Kalabahi, wartaalor.com – Sekitar 540 warga Alor yang tergabung dalam 18 partai politik mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD pada Pemilu 2024 mendatang. Mereka sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Namun yang menjadi soal adalah dari jumlah tersebut tentu tidak mudah bagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan fungsi awasi secara maksimal. Sehingga diharapkan adanya peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi. Tujuannya untuk memastikan hajatan politik ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Alor, Orias Langmau dalam kegiatan Media Gathering bersama Wartawan di Kantor Bawaslu, Senin, 15 Mei 2023 petang. Orias melanjutkan, dari peran serta masyarakat ini akan lebih mudah mengetahui setiap peserta bacaleg yang tersebar di 5 daerah pemilihan itu.
“Ada 540 orang yang maju sebagai calon legislatif dari 18 partai. Dari 540 ini kami juga tidak kenal semua. Jangan sampai ada PNS, TNI-Polri atau pendamping desa juga ikut kami tidak tahu. Karena mereka tidak boleh ikut politik praktis kalau masih aktif,” ujar Orias Langmau.
Menurut Orias, pihak Bawaslu memiliki keterbatasan untuk mengawasi tahapan Pemilu dengan jumlah peserta yang begitu banyak. Sehingga Ia menghimbau bila masyarakat temukan ada PNS, TNI-Polri, aparat desa atau pendamping dan badan instansi lainnya yang ikut caleg sebelum mereka mengundurkan diri segera dilaporkan ke Bawaslu untuk diambil langkah.
