KALABAHI, WARTAALOR.com – Progres pekerjaan pembangunan rumah risha oleh pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat korban bencana badai Seroja bulan April lalu di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lambat atau capaiannya masih rendah.
Untuk wilayah Pantar, dari jumlah 386 unit yang harus dibangun, hingga posisi saat ini baru sekitar puluhan unit rumah yang dibangun.
Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Alor, Domi Salmau, ST yang dikonfirmasi Wartawan di Kalabahi, Jumat 4 November 2021 membenarkan pembangunan rumah bagi korban bencana Seroja yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN PT. Pembangunan Perumahan (PP) capaiannya masih rendah.
Menurut Domi, rendahnya progres pembangunan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain persiapan lahan yang membutuhkan waktu, tenaga kerja yang kurang, kondisi infrastruktur dalam memobilisasi material rumah, dan pelaksana juga tengah membangun infrastruktur yang lain seperti sekolah yang harus rampung bulan desember.
Akibat kondisi tersebut, Domi memprediksi pembangunan rumah bencana tersebut tidak dapat diselesaikan dalam tahun ini.
