Festival Paralayang Sukses, Panitia: Gubernur Minta Buat Rekor Dunia di Alor Tahun Depan

  • Whatsapp
Panitia Penyelenggara Festival Paralayang, Daniel Manu, Adi Gerimu dan Linus Kia saat memberikan keterangan kepada Wartawan

KALABAHI, WARTAALOR.com – Indonesia Adventure Festival (IAF), yang didalamnya termasuk ada kegiatan paralayang, yang digelar tanggal 19 sampai 23 Oktober 2021 lalu sukses. Festival yang berlangsung di Bukit Bedoe Desa Hulnani Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dibuka oleh Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Meski demikian, kegiatan itu nyaris gagal karena berbagai kendala yang dihadapi panitia pelaksana, terlebih keterbatasan anggaran untuk mendanai kelangsungan event nasional yang dipusatkan di Pulau julukan Negeri Seribu Moko itu. Namun pada akhirnya, kegiatan itu sukses atas usaha dan kerja keras panitia.

Bacaan Lainnya

“Awalnya, kami ingin supaya kegiatan ini bisa berjalan dengan sebaik mungkin. Karena sesuai informasi awal, pesawat Hercules yang membawa rombongan atlet akan mendarat di Bandara Mali. Kami mulai sibuk menempatkan koordinator mulai dari bandara hingga ke titik landing paralayang yaitu di Sebanjar. Tetapi dalam perjalanan, terjadi perubahan yaitu pesawat Hercules tidak bisa sampai ke Alor, hanya di Kupang,” demikian penjelasan Ketua Panitia Festival Paralayang, Daniel Manu kepada Wartawan di Kalabahi, (26/10/21).

Daniel menuturkan bahwa sekitar 170 atlet paralayang dari berbagai wilayah terpaksa harus melanjutkan perjalanan ke Alor menggunakan kapal cepat. Pesawat Hercules yang membawa rombongan tersebut tidak bisa mendarat di Bandara Mali karena kapasitas landasan bandara tidak memadai.

“Banyak kendala, tetapi kami bersyukur semua proses yang kami lalui, mulai dari survey lokasi, persiapan kegiatan, kegiatan hingga pasca kegiatan berjalan dengan baik. Sekarang kita ada pada pasca kegiatan dan kami hendak mengembalikan semua perlengkapan yang telah kami pakai untuk mendukung kegiatan paralayang,” ujar Daniel.

Dia menguraikan, bahwa secara teknis kegiatan, tempat take off maupun landing, untuk lokasi take off tetap pada lokasinya yaitu di bukit Bedoe Hulnani. Namum perubahan itu terjadi di tempat landing yang sebelumnya di depan Gedung Sentra Tenun Ikat ke Pantai Sebanjar.

Daniel Manu yang juga Reporter MNC Group menguraikan bahwa, selama proses persiapan di lokasi, hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut membantu. Sehingga atas berkat dukungan itu kegiatan berjalan dengan baik selama tiga hari walaupun sedikit molor karena kondisi angin. Menurutnya, kegiatan berhasil diselesaikan selama dua hari dan tanggal 22 Oktober langsung diumumkan nama-nama para juara.

Adi Gerimu yang juga Panitia Festival Paralayang menambahkan sesuai pengakuan para atlet yang ikut, mereka mengapresiasi bahwa pelaksanaan kegiatan festival paralayang berhasil. Menurutnya, kegiatan itu berhasil walaupun ada kendala yang dihadapi.

Adi mengatakan, Gubernur NTT, VBL dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu seolah-olah tantang bahwa kalau dapat kegiatan ini dibuat dengan rekor dunia di Bukit Bedoe Hulnani Alor tahun depan. Sehingga menurut Adi, untuk menjawab permintaan Gubernur VBL memang tidak mudah. Sebab panitia tentu mempersiapkan segala sesuatu dari awal dengan lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Ini tantangan, tetapi kami optimis bahwa kedepan, kesiapan panitia akan kami maksimalkan. Karena kedepan kami sudah tahu apa-apa saja yang harus kami siapkan. Jadi untuk permintaan gubernur itu, walaupun tahun depan kami belum bisa jawab, tetapi tahun-tahun berikutnya kami pasti buat paralayang rekor dunia di Hulnani,” jelas Adi Gerimu.

Dia mengatakan bahwa sesuai pengakuan dua Jenderal TNI AU yang sempat hadir di Festival Paralayang, mereka berencana membangun Pos Angkatan Udara di Alor.

Festival Paralayang dari titik take off Bukit Bedoe Hulnani menuju Sebanjar

Paralayang Tahun Depan Kolaborasi ACM

Adi Gerimu melanjutkan, Festival Paralayang tahun depan akan dikolaborasikan dengan event Alor Creative Market (ACM). Dia mengemukakan bahwa event ACM sebagai ajang mempromosikan semua produk kreatif di Kabupaten Alor. Selain itu juga sebagai tempat bertemu dan berbagi pengalaman antar para pekerja kreatif. Sehingga kedepan, cocok untuk dikolaborasikan dengan Festival Paralayang.

Apalagi, kata Adi, event itu punya dampak atau income yang baik bagi ekonomi masyarakat bila dijalankan dengan baik. Ia mengemukakan bahwa ACM, juga sebagai ruang pertemuan, baik secara langsung maupun secara online/daring oleh para penjual aneka produk kreatif dengan pembeli sejagad. ACM juga sebagai market place untuk memasarkan produk kreatif secara langsung (offline) maupun secara online/daring.

“Setiap event ACM akan disiarkan secara langsung atau live show melalui official media partner dan media sosial seperti YouTube, Facebook dan Instagram,” papar Adi.

“Jadi kegiatan paralayang tahun berikutnya, kami akan coba kolaborasi dengan ACM. Sebab kegiatan ini akan punya dampak income bagi ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Adi menambahkan.

Sementara Linus Kia yang juga panita Festival Paralayang menambahkan bahwa untuk kegiatan tahun depan, panitia akan mempersiapkan segala sesuatu dengan lebih baik lagi.

“Karena kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dan merupakan tahap awal yang mana melalui proses itu kami sudah mengetahui titik kekurangan itu dimana saja. Dan ini memacu semangat kami untuk teknis pelaksanaan kegiatan tahun berikutnya kami akan lebih mempersiapkan secara baik,” ujar Linus Kia.

Menurut Pemimpin Redaksi Alor Pos itu, bahwa kesiapan panitia yang dimaksud termasuk kuliner-kuliner di lokasi take off dan landing paralayang. Kegiatan ini akan melibatkan ibu-ibu di wilayah sekitar untuk berjualan kuliner.

“Kuliner baik di lokasi take off maupun landing, kami akan mempersiapkan secara baik. Kegiatan kemarin, ada ibu-ibu yang berjualan di lokasi mereka punya pemasukan yang luar biasa. Ada yang sehari transaksi hingga Rp 1 sampai 2 juta rupiah. Jadi itu dampak positif yang dirasakan langsung oleh ibu-ibu yang menjual kuliner selama pelaksanaan kegiatan paralayang berlangsung,” ujar Linus Kia dan Adi Gerimu. ***(joka)

Pos terkait