Tiga Bulan Belum Bayar Gaji, Sopir Mogok, Ketua DPRD Alor Ke Kantor Gunakan Sepeda Motor

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, SH berkantor dengan menggunakan sepeda motor. FOTO ISTIMEWA

KALABAHI, WARTAALOR.com – Ada-ada saja yang dialami Ketua DPRD Kabupaten Alor, NTT, Enny Anggrek, SH. Setelah Bupati Alor, Drs. Amon Djobo tarik ajudannya tahun lalu, kali ini Anggrek terpaksa ke kantor mengendarai sepeda motor karena sopir mogok kerja akibat belum bayar gaji selama tiga bulan. Orang nomor satu di DPRD Alor itu memutuskan berkantor dengan menggunakan sepeda motor pribadi Nomor Polisi EB 6695 JB, Rabu, (29/9/21) pagi.

Tidak saja sopir pribadi yang mogok kerja, Enny Anggrek juga tidak memiliki ajudan sebagaimana layaknya pimpinan DPRD sejak 13 November 2020 silam, sebagaimana berita media ini sebelumnya. Meski begitu, ia tetap semangat dan enjoy mengemban amanat rakyat untuk melayani rakyat sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.  

Bacaan Lainnya

Kepada Wartawan, Enny Anggrek menuturkan dirinya terpaksa ke kantor mengendarai sepeda motor setelah sopir pribadi tidak masuk kerja.

“Sopir saya kan ada tiga orang. Ada om Dago, Petu dengan Fuad. Semua tidak masuk kerja karena bendahara belum bayar mereka punya gaji tiga bulan. Ya.. habis mau bagaimana lagi. Demi tugas dan tanggungjawab saya terpaksa ke kantor pakai motor sendiri,” tandas Enny Anggrek.

Enny Anggrek tidak mengetahui berapa besar gaji sopir per bulan, namun sesuai pengakuan para sopir bahwa mereka terpaksa tidak masuk kantor karena belum terima gaji tiga belum terakhir atau terhitung bulan Juli – September 2021. Enny Anggrek mengakui biasanya ia sering membantu sopir dengan uang pribadi bila mereka sedang mengalami kesulitan.

“Sopir mau ke rumah jabatan saja tidak ada uang bemo, itu bagaimana. Memang sedikit-sedikit saya ada bantu pas mereka lagi butuh untuk urusan pribadi kebutuhan hidup dan lain-lain. Tapi kalau mereka tidak masuk kantor karena bendahara belum bayar honor ya…mau bagaimana. Mereka tuntut karena itu hak mereka yang harus dibayar,” ungkap Enny Anggrek.

Enny Anggrek membeberkan, selain sopir yang tidak masuk kantor, ia kadang merangkap tugas-tugas ajudan.

“Memang kondisi seperti ini sangat disayangkan tapi mau bagaimana. Saya enjoy saja demi tugas dan tanggungjawab. Bersih-bersih dalam ruangan saja saya kerja sendiri. Sampah rumah jabatan juga mobil sudah tidak angkut lagi, semua saya terpaksa urus sendiri,” terang Enny Anggrek.

Sementara itu, Sekretaris DPRD kabupaten Alor, Daud Dolpali, SH yang hendak dikonfirmasi Wartawan tidak berada di kantor. ***(joka)

Pos terkait