Hopni Bukang Ajak Berpolitik yang Santun dan Jaga Persaudaraan

  • Whatsapp

Mantan Sekda Alor Hopni Bukang, SH

Kalabahi, Warta Alor | Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Alor, NTT baru akan dimulai tahun 2023 nanti. Namun tidak dipungkiri, sejauh ini sejumlah kader-kader Alor sudah menyatakan diri secara terbuka untuk ikut meramaikan dalam hajatan lima tahunan itu.

Ada yang menyatakan sikapnya melalui konferensi pers secara resmi, ada juga yang melakukan silaturahmi memperkenalkan diri kepada masyarakat Alor. Para kader-kader Alor tersebut ada diantara berlatarbelakang politisi, pengusaha, pensiunan bahkan ada juga yang masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu diantara kader-kader tersebut adalah Hopni Bukang, SH. Pria yang satu ini namanya tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Alor. Ia pensiunan ASN dengan jabatan terakhir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor. Saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk ikut bertarung mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Alor pada Pilkada Alor nanti.

Ketika berbincang-bincang dengan wartawan di kediamannya di Moepaly, Desa Motongbang Kecamatan Teluk Mutiara, Jumat, (22/1/21) malam, pria murah senyum ini menyatakan bahwa berpolitik adalah seni mengambil hati rakyat untuk mendapatkan sebuah kekuasaan.

Meski begitu, Hopni mengakui berpolitik juga seringkali diwarnai dengan saling fitnah antara kelompok pendukung yang satu dengan yang lainnya, bahkan kadang berakhir dengan sebuah konsekuensi. Oleh sebab itu, ia mengajak marilah berpolitik yang santun dan jaga persaudaraan diantara sesama.

Hopni Bukang menyatakan, dirinya sebagai senior dari kader-kader lainnya yang saat ini sama-sama mempersiapkan diri untuk ikut meramaikan pesta demokrasi nanti. Sebagai senior, lanjut Hopni, dirinya punya tanggungjawab untuk menyampaikan pesan-pesan moral ini kepada seluruh masyarakat Kabupaten Alor.

“Selain ada bapa Simeon Th. Pally dan bapa Imanuel Blegur saya juga sebagai senior yang punya tanggungjawab menyuarakan pesan moral ini bahwa sesungguhnya kita adalah saudara. Jangan kita saling fintah saling olok bahkan saling memprovokasi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kita mesti letakkan hubungan persaudaraan ini diatas segalanya,” ungkap Hopni Bukang.

Hopni mengatakan, lebih dari lima belas tahun terakhir atau sejak adanya pemilihan langsung, hampir Pilkada Alor diwarnai dengan saling fitnah, saling provokasi bahkan sering berurusan dengan hukum. Hal ini jelas menandakan bahwa kita belum menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik.

“Kalau saya secara pribadi, ada yang memfitnah saya silahkan, tetapi saya tidak mau fitnah orang lain. Ya, saya harus omong begini karena hampir di dunia maya penuh dengan postingan-postingan facebook saling adu domba, nah ini mestinya tidak boleh,” tandas Hopni.

Hopni mengatakan, proses Pilkada Alor nanti, kita memilih pemimpin terbaik untuk memimpin Alor Nusa Kenari tercinta. Sehingga, siapapun yang bakal terpilih nanti itulah pemimpin kita. “Saya kira begitu. Artinya bahwa siapapun yang terpilih kita hormati. Yang tidak terpilih silahkan koreksi diri agar tidak menciptakan dinamika yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Hopni mengatakan bahwa Alor dengan semboyan Taramiti Tominuku, Tenangeli Mulenoa, Ite Kakangaring merupakan pesan leluhur kepada kita generasi. Karena itu, pesan leluhur ini mestinya kita harus tegakkan serta wariskan dari generasi ke generasi berikutnya. “Termasuk dalam pesta demokrasi nanti, kita harus lebih mengedepankan rasa persaudaraan diantara sesama,” tandasnya.

Ketika disinggung terkait adanya oknum ASN aktif yang saat ini gencar melakukan silaturahmi ke desa-desa. Hal ini patut diduga menjurus ke urusan politik, lagi-lagi Hopni menandaskan bahwa itu sikap yang keliru. “Itukan salah. Yang namanya ASN jelas ada larangan tidak terlibat politik praktis. Jadi kalau mau berpolitik praktis harus letakkan status sebagai ASN,” tandas Hopni Bukang.

“Waktu lalu saya pernah bersilaturahmi ke salah satu desa. Sampai disana ada yang bilang Pak Hopni jangan curi star. Lalu saya bilang loh siapa yang curi star? Bukankah mereka yang masih aktif ASN yang curi star atau saya yang sudah pensiun dari ASN?,” kata Hopni bertanya. *(Joka)

Pos terkait