KALABAHI, WARTAALOR.COM – Sebuah unggahan bernada kritis terhadap Bupati Alor, Iskandar Lakamau, menjadi perbincangan luas di media sosial setelah viral di sejumlah grup Facebook pada Jumat (29/5/2026). Tulisan tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Oto Merah dan memuat kritik tajam terkait kondisi kesehatan Bupati Alor yang dinilai berdampak terhadap jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Alor.
Dalam unggahan yang beredar luas tersebut, penulis menyampaikan doa dan harapan agar Bupati Alor segera pulih dari sakit yang sedang dialaminya. Namun di sisi lain, penulis mempertanyakan efektivitas kepemimpinan daerah apabila seorang kepala daerah dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas pemerintahan secara optimal.
Menurut unggahan tersebut, jabatan kepala daerah merupakan amanah publik yang harus dijalankan secara penuh demi kepentingan masyarakat. Karena itu, apabila seorang pemimpin tidak lagi mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal akibat kondisi kesehatan, maka diperlukan sikap kenegarawanan untuk mempertimbangkan mekanisme penyerahan tugas kepada pihak yang dianggap mampu menjalankan roda pemerintahan.
“Jabatan itu amanah, bukan milik pribadi. Ketika seorang pemimpin sudah tidak mampu bekerja secara maksimal, maka yang harus diutamakan adalah kepentingan rakyat dan keberlangsungan pelayanan publik,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Penulis juga menyoroti berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik yang menurutnya berpotensi terganggu apabila kepemimpinan daerah tidak berjalan secara efektif. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin yang sehat, hadir, dan mampu mengambil keputusan strategis demi percepatan pembangunan daerah.
“Sakit itu musibah, tapi memaksakan diri memimpin padahal tidak mampu bekerja itu adalah kesalahan besar yang merugikan 200 ribu jiwa rakyat Alor,” demikian bunyi postingan tersebut.
Selain ditujukan kepada Bupati Alor, kritik tersebut juga diarahkan kepada Wakil Bupati Alor, DPRD Kabupaten Alor, serta seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam memastikan pemerintahan daerah tetap berjalan secara efektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat pengguna media sosial. Sebagian warganet menyatakan dukungan terhadap kritik yang disampaikan dengan alasan pentingnya memastikan roda pemerintahan tetap berjalan secara optimal. Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan agar kritik terhadap kondisi kesehatan seseorang tetap disampaikan secara proporsional dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Bupati Alor maupun Pemerintah Kabupaten Alor terkait unggahan yang viral tersebut.
Sebagaimana diketahui, kondisi kesehatan Bupati Alor dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik dan kerap menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat. Situasi tersebut turut memunculkan berbagai pandangan mengenai keberlangsungan kepemimpinan dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Masyarakat berharap agar polemik yang berkembang dapat disikapi secara bijaksana oleh seluruh pihak dengan tetap mengedepankan kepentingan daerah, stabilitas pemerintahan, serta pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Alor. ***(joka)
