Proyek Rabat Jalan Dana Desa di Lembur Timur Diduga Bermasalah, Sirtu Tak Sesuai Spek

Ilustrasi proyek rabat jalan dana desa

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Proyek rabat jalan yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2026 di Kabupaten Alor diduga bermasalah karena diduga menggunakan material tidak sesuai spesifikasi teknis (Spek). Adapun, material berupa pasir dan baru (sirtu) diketahui digunakan tidak sesuai ukuran sehingga mengakibatkan kondisib rabat jalan mudah rusak.

Proyek rabat jalan yang diduga bermasalah itu terletak di Desa Luba dan Desa Lembur Timur Kecamatan Lembur. Sejauh ini, proyek sudah bijakselesai dikerjakan, tapi mutu jalan itu mulai diragukan. Sumber victorynews.id di Kalabahi mengungkapkan, pasir yang digunakan diduga menggunakan campur antara pasir laut dan pasir kali sehingga jalan menjadi tidak kuat.

Dia mengungkapkan, dua proyek rabat jalan di Desa Luba dan Desa Lembur Timur itu diduga dikerjakan oleh seorang kontraktor bernama Jhon Betan yang beralamat di Kalabahi.

Bacaan Lainnya

Jhon Betan diketahui sudah cukup lama mengerjakan proyek-proyek yang bersumber dari dana desa di Kabupaten Alor. “Kalau dua Desa Luba dan Lembur Timur yang pekerjaan rabat dikerjakan oleh Jhon Betan, bermasalah. Masalahnya itu dugaan menggunakan pasir campuran jadi tidak berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Lembur Isyaq Samau yang dikonfirmasi victorynews.id, Minggu (31/5/2026) belum pesan whatsapp victorynews.id.

Kepala Desa Lembur Timur Apeles Maiten mengakui tidak ada dan untuk memastikan sebaiknya melihat langsung di lokasi. Tidak, saya kurang paham apa yang bapak naksud. Jadi databg di kantr baru kita liat,” jawab Apeles melalui pesan WhatsApp kepada victorynews.id, Minggu (31/5/2026). (*)

Pos terkait