Insiden Penembakan Aceh Diusut Tuntas, Warga Diajak Tetap Tenang

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengecam penembakan yang menewaskan seorang pemuda berinisial AR berusia 20 tahun. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai pelanggaran HAM serius dan mendesak penyelidikan independen. “Ini pelanggaran HAM serius dan termasuk pembunuhan di luar hukum,” kata Usman.

Usman menyebut 14 warga lainnya, termasuk seorang anak berusia 10 tahun dan ibunya, turut menjadi korban kekerasan dan harus mendapatkan perawatan medis. Ia mendesak pemerintah mengusut seluruh pihak yang terlibat, termasuk rantai komando, serta memastikan pertanggungjawaban hukum berjalan secara transparan dan imparsial.

Di tengah proses penyelidikan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Pengungkapan fakta secara menyeluruh, penegakan hukum yang adil, serta komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan menjaga perdamaian Aceh.

Pos terkait