Sudaryono menjelaskan bahwa metode prasmanan tidak mengubah alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per porsi. Efisiensi diharapkan muncul melalui pengurangan makanan yang terbuang, karena peserta didik dapat menyesuaikan jumlah makanan dengan kebutuhan masing-masing. Meski demikian, keberhasilan pendekatan ini tetap bergantung pada pengawasan kebersihan, pengendalian penyajian, dan kedisiplinan dalam menjaga keamanan pangan.
Selain meningkatkan mutu pelayanan, MBG juga menunjukkan potensi manfaat terhadap kegiatan belajar di sekolah. Direktur Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Firman Hidayat, menyampaikan bahwa hasil studi berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga menunjukkan siswa penerima MBG tercatat lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program. Kajian tersebut turut mengukur semangat belajar dan tingkat rasa lapar siswa sebagai bagian dari evaluasi dampak program.
Di sisi lain, perluasan akses tetap menjadi perhatian, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi. BGN telah mengaktifkan hampir 1.500 SPPG di wilayah dengan tantangan geografis dan kebutuhan gizi yang lebih tinggi, terdiri atas 480 SPPG di Indonesia bagian timur dan 980 SPPG di Indonesia bagian tengah. Upaya ini menunjukkan bahwa penguatan kualitas tidak berarti menghentikan perluasan, melainkan memastikan layanan menjangkau masyarakat dengan kesiapan operasional dan standar yang memadai.
Melalui MBG 2.0, pemerintah berupaya membangun pelaksanaan program yang lebih terukur, aman, dan efisien. Sinkronisasi rantai pasok, pembinaan tenaga pelaksana, inovasi penyajian, serta evaluasi dampak menjadi bagian dari perubahan menuju tata kelola yang lebih matang. Dengan menempatkan kualitas sebagai prioritas, MBG diharapkan tidak sekadar menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga memberikan manfaat gizi dan pendidikan yang semakin optimal bagi generasi Indonesia.
)* Penulis Isu Sosial dan Pembangunan