Bersama Mengawal Denyut Koperasi Merah Putih

Oleh Husnaini Susanti )*

Percepatan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput. Kehadiran koperasi ini diharapkan bukan sekadar menjadi sarana distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, melainkan juga penggerak ekonomi lokal yang mampu memperluas akses pelayanan serta membuka peluang usaha bagi masyarakat desa. Upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan melalui pemerataan distribusi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan sebanyak 8.000 unit Koperasi Desa Merah Putih dapat beroperasi penuh pada Oktober 2026. Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan fisik sekitar 29.000 unit koperasi, dengan 8.000 unit di antaranya memasuki tahap akhir penyiapan infrastruktur logistik dan ketersediaan barang. Menurut Zulkifli, koperasi tersebut dirancang menjadi saluran penyaluran berbagai komoditas bersubsidi, seperti pupuk, gula, minyak goreng, dan LPG. Pemerintah juga memastikan kesiapan armada distribusi, mulai dari truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga, agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara efektif.

Pada tahap awal, koperasi yang mulai beroperasi juga akan mendukung distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola Bulog. Selain itu, fasilitas tersebut berperan dalam menyalurkan bantuan pangan berupa beras gratis kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil satu hingga empat, dengan alokasi mencapai satu juta ton. Perpanjangan program hingga akhir tahun menuntut kesiapan stok, ketepatan sasaran, dan koordinasi distribusi yang baik. Karena besarnya kebutuhan tersebut, pengisian persediaan di ribuan koperasi akan dilakukan secara bertahap selama beberapa minggu.

Pos terkait