Lebih menjijikkan lagi, para pengecut ini membungkus kejahatan kemanusiaan tersebut dengan video propaganda murahan. Mereka mendudukkan anak-anak perempuan kita di bawah todongan senjata di Markas Olunmu, lalu memaksa mereka membaca narasi palsu bahwa mereka “sukarela bergabung dengan perjuangan”. Seluruh keluarga di Timika tahu persis itu adalah dusta besar. Siapa yang percaya anak gadis melarikan diri ke hutan dengan sukarela jika pada awalnya mereka ditarik paksa dari honai dan mama kandungnya ditembak mati di tempat?
Perilaku ini murni perangai bandit liar yang haus legitimasi kekuasaan. Demi mendirikan kodap baru di luar kendali pimpinan mereka sendiri, demi ambisi menguasai pendulangan tambang emas dan rute penyelundupan senjata, mereka rela menumbalkan darah sesama orang Papua. Bahkan sesama kelompok bersenjata pun kini muak dan mengutuk kelakuan kelompok kriminal ini sebagai aksi pemerkosaan tatanan adat dan tindakan terorisme terhadap warga sendiri.
Kepada seluruh masyarakat di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan pesisir: buka mata kalian lebar-lebar! Jangan pernah lagi tertipu oleh propaganda kosong yang mengatasnamakan pembelaan rakyat Papua. Mereka tidak sedang membela kita, mereka sedang memangsa darah dan kehormatan anak-anak perempuan kita sendiri. Sudah saatnya kita bangkit bersuara mengutuk kekejian ini dan menuntut para bajingan bertopeng pejuang itu membebaskan seluruh perempuan Jila tanpa syarat!