Di mana letak perikemanusiaan dan nilai adat yang selama ini diagung-agungkan? Adat suku mana di seluruh pelosok Tanah Papua yang menghalalkan membunuh mama-mama tak berdosa dan menculik anak gadis orang dari kampung halamannya?
Fakta membuktikan kebusukan niat mereka. Mereka membawa lari para sandera perempuan ini menembus hutan rimba belantara bukan untuk revolusi, melainkan demi nafsu bejat: merebut perempuan untuk dikawini paksa di bawah todongan laras senjata! Korban Deremina Uamang bahkan baru dilepaskan setelah kelompok itu mengetahui dirinya dalam kondisi hamil dan sudah memiliki suami. Sementara anak-anak gadis yang belum bersuami tetap ditahan dan dijadikan tawanan pelampiasan nafsu. Saudarinya, Yosina Senawatme, meregang nyawa di tengah belantara basah Gunung Bela karena kelelahan dan kelaparan selama 15 hari pelarian yang penuh teror ketakutan.