Penguatan cadangan pangan juga berjalan seiring dengan kebijakan stabilisasi harga. Pemerintah menambah penugasan kepada Bulog untuk menyalurkan 74,18 ribu ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa kedaulatan pangan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan pangan, tetapi juga mencakup kemampuan negara memastikan hasil produksi dapat hadir di tengah masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana peningkatan produksi memberikan manfaat kepada petani. Data BPS menunjukkan Nilai Tukar Petani pada September 2026 mencapai 131,11 atau meningkat 1,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi petani terus mengalami perbaikan. Pada saat yang sama, indeks harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang harus mereka bayarkan.
Perlindungan terhadap petani juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi nasional. Ketika harga gabah di tingkat petani berada pada tingkat yang menguntungkan, petani memiliki insentif yang lebih kuat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi. Sebelumnya, Bapanas mencatat rata-rata harga gabah petani mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram, melampaui harga pembelian pemerintah. Kondisi tersebut dinilai positif karena harga yang baik di tingkat petani dapat mendukung keberlanjutan produksi pangan nasional.
Kedaulatan pangan kemudian mendapatkan makna yang lebih luas melalui kemampuan pemerintah mendistribusikan hasil produksi kepada masyarakat. Hingga September 2026, penyaluran bantuan pangan beras mencapai 967,5 ribu ton atau sekitar 97 persen dari target periode Juli-September. Program tersebut kemudian dilanjutkan untuk periode Oktober-Desember dengan sasaran 33,24 juta penerima manfaat. Secara keseluruhan, bantuan pangan beras pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 2,6 juta ton, menjadi salah satu bentuk pemanfaatan cadangan pangan untuk menjaga daya beli sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.