“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama kabupaten/kota, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bergerak melakukan penanganan di lapangan,” ujar Toyib.
Sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung pemadaman darat di berbagai titik Kalteng. Dalam 24 jam, operasi tersebut berhasil menangani dan memadamkan karhutla dengan luas mencapai 137,18 hektare. Pemerintah juga memprioritaskan pemadaman pada titik api aktif serta pengendalian potensi perluasan kebakaran.
Penguatan operasi tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan memastikan dukungan peralatan dapat menjangkau lokasi yang membutuhkan penanganan. Pemadaman darat dilakukan secara terpadu dengan pemantauan kondisi lapangan, sementara dukungan udara digunakan untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Koordinasi tersebut memungkinkan penanganan dilakukan secara lebih cepat dan terarah.