Ketahanan bencana pada dasarnya merupakan agenda lintas sektor. Di bidang pendidikan, pemerintah dapat terus memperkuat literasi kebencanaan melalui pembelajaran, pelatihan, simulasi evakuasi, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi pusat pembentukan budaya kesiapsiagaan sejak usia dini.
Sektor kesehatan juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Fasilitas kesehatan perlu memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat tetap berjalan. Penguatan tenaga kesehatan, ketersediaan peralatan, sistem logistik, serta prosedur kedaruratan menjadi bagian penting dari upaya memastikan masyarakat memperoleh perlindungan secara cepat dan tepat.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu instrumen utama mitigasi. Infrastruktur pengendali banjir, sistem drainase, jalan, jembatan, fasilitas publik, serta berbagai sarana pendukung lainnya perlu terus dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan potensi risiko. Pembangunan yang tangguh akan membantu menjaga konektivitas sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat dan perekonomian ketika menghadapi situasi darurat.
Pandangan Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengenai pentingnya membangun ketahanan bencana sejak awal pembangunan juga menjadi bagian dari penguatan perspektif tersebut. Ketahanan bencana perlu dibangun melalui keselarasan antara perencanaan, data, pendanaan, tata ruang, dan pembagian peran antarlembaga. Dengan pendekatan yang terintegrasi, prinsip pengurangan risiko dapat menjadi bagian alami dari proses pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.
Tata ruang juga memiliki posisi penting dalam membangun Indonesia yang semakin tangguh. Pemanfaatan ruang yang mempertimbangkan peta risiko dan karakteristik lingkungan dapat membantu pemerintah mengarahkan pembangunan secara lebih aman dan berkelanjutan. Informasi mengenai kondisi geologi, hidrologi, cuaca, sistem peringatan dini, serta karakteristik wilayah dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan dan pengembangan kawasan.