Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen utama pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ia mengatakan program tersebut dibangun dengan keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk mengubah masa depan anak-anak dari keluarga miskin.
Agus Jabo menjelaskan bahwa pemerintah tidak ingin kemiskinan terus diwariskan kepada generasi berikutnya hanya karena keterbatasan akses terhadap pendidikan. Oleh sebab itu, Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya memberikan layanan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan peserta didik agar mampu mandiri ketika memasuki dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan sosial saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada bantuan konsumtif. Pemerintah mulai menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Agar tujuan tersebut tercapai, pelaksanaan Sekolah Rakyat memerlukan sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar program mampu menjawab persoalan pendidikan sekaligus kemiskinan secara komprehensif.
Keberhasilan sebuah negara tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh warga. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki ruang untuk belajar dan membangun masa depan yang lebih baik.
Perlu diyakini bersama bahwa Sekolah Rakyat berpotensi menjadi salah satu instrumen paling nyata dalam memutus kemiskinan antargenerasi di Indonesia. Pendidikan yang inklusif pada akhirnya bukan hanya mengubah kehidupan seorang anak, tetapi juga mengubah masa depan sebuah keluarga dan memperkuat kualitas pembangunan bangsa secara keseluruhan.