Pelayanan kesehatan berbasis rumah tangga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau puskesmas maupun rumah sakit. Pemeriksaan yang dilakukan langsung di lingkungan tempat tinggal membuka kesempatan lebih besar untuk menemukan penyakit pada tahap awal, termasuk pada warga yang belum menyadari dirinya memiliki risiko kesehatan tertentu.
Kementerian Kesehatan mendukung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis melalui penyediaan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia. Kabupaten Jember memperoleh layanan di 228 titik pemeriksaan sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih dekat terhadap pemeriksaan TBC. Ketersediaan layanan yang semakin luas diharapkan mempercepat proses identifikasi kasus sekaligus memperluas jangkauan deteksi dini.
Benjamin menjelaskan masyarakat yang terdiagnosis TBC akan segera memperoleh pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan. Sementara itu, anggota keluarga maupun kontak erat yang belum menunjukkan gejala, tetapi memiliki risiko tertular, akan mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Langkah preventif itu dinilai penting karena bakteri TBC dapat berada di dalam tubuh seseorang selama satu hingga dua tahun sebelum akhirnya memicu penyakit.
Pemberian terapi pencegahan sejak awal menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai penularan sebelum penyakit berkembang. Pendekatan itu memperlihatkan bahwa pengendalian TBC tidak hanya dilakukan melalui pengobatan pasien, tetapi juga melalui perlindungan terhadap kelompok yang memiliki risiko tinggi.
Benjamin juga menilai keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan pelaksanaan deteksi dini berjalan optimal. Partisipasi masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan program tersebut.