Hingga Pertengahan 2026, Proyek Sumur Bor di Desa Mauta Diduga Belum Rampung Meski Anggaran Cair 100 Persen

Ilustrasi proyek sumur bor

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Proyek pembangunan sumur bor di wilayah Koliabang, Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, yang dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp120 juta, diduga belum rampung hingga pertengahan tahun 2026. Meskipun anggaran proyek tersebut disebut telah dicairkan 100 persen.

Akibat belum selesainya pekerjaan instalasi perpipaan dan pemasangan bak penampung air, sumur bor tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan air bersih.

Salah satu sumber victorynews.id di Kalabahi, Selasa (26/5/2026), mengungkapkan bahwa air dari sumur bor sebenarnya sudah tersedia, namun fasilitas penunjang distribusi air belum dipasang oleh pihak suplier.

Bacaan Lainnya

“Memang air sudah ada, tetapi fiber atau bak penampung sampai sekarang belum dipasang oleh suplier yang bernama Muklis,” ujar sumber tersebut.

Menurutnya, proyek sumur bor tersebut menggunakan Dana Desa sebesar Rp120 juta yang seluruh pencairannya disebut sudah dilakukan kepada pihak suplier guna pengadaan perlengkapan instalasi perpipaan, termasuk dinamo, meteran, pipa, serta bak penampung air.

“Uang sudah dicairkan 100 persen oleh bendahara kepada suplier untuk membeli perlengkapan perpipaan, tetapi sampai sekarang barang-barang itu belum dibeli dan belum dipasang,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak suplier sebelumnya telah berjanji akan segera membeli dan memasang seluruh perlengkapan setelah dana dicairkan penuh. Namun hingga kini pekerjaan tersebut belum juga terealisasi.

“Informasinya suplier sudah janji mau beli dan pasang, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Pantar Tengah, Abubakar Pang, saat dikonfirmasi victorynews.id membenarkan adanya proyek sumur bor di Desa Mauta. Namun untuk penjelasan lebih rinci terkait progres pekerjaan dan penggunaan anggaran, ia meminta agar konfirmasi langsung dilakukan kepada Kepala Desa Mauta.

Kepala Desa Mauta, Okto Jalla, yang dihubungi victorynews.id melalui pesan WhatsApp juga membenarkan adanya proyek tersebut. Namun ia mengaku belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena sedang berada di tempat duka.

“Saya nanti kasih penjelasan setelah pulang dari tempat duka,” ujarnya singkat.

Masyarakat setempat berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera menuntaskan pekerjaan proyek sumur bor tersebut agar dapat segera dimanfaatkan warga, mengingat kebutuhan air bersih di wilayah tersebut sangat penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. (*)

Pos terkait