KALABAHI, WARTAALOR.COM – Aktivis Kabupaten Alor, Lomboan Djahamou, menyoroti dinamika sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Alor dalam menyikapi kondisi kesehatan Bupati Alor, Iskandar Lakamau. Menurutnya, lembaga legislatif daerah tersebut terindikasi belum menunjukkan sikap yang solid dan terkoordinasi dalam merespons situasi yang tengah menjadi perhatian publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Lomboan dalam siaran langsung melalui media sosial Facebook pada Jumat (1/5/2026). Ia menilai, perbedaan pandangan yang muncul di internal DPRD Alor terkait kondisi kesehatan kepala daerah mencerminkan adanya ketidaksatuan sikap dalam menjalankan fungsi kelembagaan.
“Terindikasi kuat DPRD Kabupaten Alor pecah-pecah, artinya kocar-kacir dalam hal sakitnya Bupati Alor. Apa karena ketidaktahuan mereka atau pura-pura tidak tahu atau karena perang kepentingan, walah-walah, hanya mereka dan Tuhan yang tahu,” ujar Lomboan.
Menurut Lomboan, terindikasi kuat DPRD Kabupaten Alor sedang berada dalam situasi yang tidak solid dalam menyikapi persoalan kesehatan Bupati. Apakah hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman, sikap kehati-hatian, atau adanya perbedaan kepentingan, tentu hanya mereka yang mengetahui.
Ia menegaskan bahwa masyarakat turut merasakan keprihatinan atas kondisi kesehatan Bupati Alor. Menurutnya, musibah merupakan hal yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Namun demikian, sebagai pejabat publik, kondisi yang dialami seorang kepala daerah tetap menjadi perhatian dan bagian dari pengawasan masyarakat.
“Kita semua prihatin dengan sakitnya Bupati, artinya musibah ini tidak ada yang direncanakan, tetapi musibah itu bisa karena kelalaian kita, bisa karena kelalaian orang lain atau memang kebebalan, kekerasan hati kebiasaan buruk yang akhirnya mengakibatkan musibah,” katanya.
Sebagai sesama warga, lanjut Lomboan, kita tentu prihatin. Tidak ada seorang pun yang menginginkan musibah terjadi. Namun karena beliau adalah pejabat publik, maka kondisi yang dialaminya menjadi bagian dari perhatian dan evaluasi publik.
