‘Kami masih menemukan beberapa kendala, mulai dari distribusi makanan yang belum merata, kualitas gizi yang perlu ditingkatkan, hingga aspek kebersihan dan keamanan pangan yang harus diperketat. Terhadap hal-hal tersebut, pemerintah tidak segan memberikan teguran hingga sanksi kepada penyedia layanan yang tidak memenuhi standar. Ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan awal,’ ujarnya.”
Selain penindakan, pendekatan pembinaan juga dilakukan agar mitra penyedia layanan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Pemerintah memberikan panduan teknis yang lebih rinci serta melakukan pendampingan agar standar operasional dapat dipahami dan dijalankan dengan baik. Dengan demikian, perbaikan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif untuk mencegah terulangnya masalah serupa.
Ke depan, pemerintah memastikan bahwa MBG akan terus disempurnakan melalui evaluasi berbasis data dan masukan publik. Transparansi dan kecepatan respons menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan generasi bangsa.