KALABAHI, WARTAALOR.COM — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Muhammad Baesaku, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Cenderamata Berbahan Kain Tenun Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Pulo Alor, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari, 14–15 April 2026 ini diikuti oleh para pelaku usaha dan perajin kain tenun dari berbagai wilayah di Kabupaten Alor. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengolah kain tenun ikat menjadi produk cenderamata bernilai ekonomis tinggi.
Dalam sambutannya, Muhammad Baesaku membacakan sambutan tertulis Bupati Alor, Iskandar Lakamau, yang diawali dengan pantun bernuansa lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya daerah.
Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Alor yang dikenal sebagai “Nusa Kenari” dan “Negeri Seribu Moko” memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk tenun ikat yang tidak hanya berfungsi sebagai kain, tetapi juga mengandung nilai filosofis, simbol status, serta warisan leluhur yang sarat makna spiritual.
“Tenun ikat Alor bukan sekadar produk tekstil, tetapi identitas budaya yang harus kita jaga dan kembangkan. Melalui pelatihan ini, kita mendorong lahirnya inovasi produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar modern,” ujar Baesaku.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya diversifikasi produk berbasis tenun ikat. Selama ini, tenun lebih banyak dipasarkan dalam bentuk kain atau busana adat. Namun, melalui pelatihan ini, para peserta didorong untuk mengolah sisa bahan tenun menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, dompet, gantungan kunci, hingga aksesoris lainnya yang lebih praktis dan diminati pasar.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang pasar baru, terutama di sektor pariwisata.
“Wisatawan membutuhkan cenderamata yang praktis, mudah dibawa, dan memiliki nilai budaya. Di sinilah peluang besar bagi para perajin kita,” tambahnya.
Dalam arahannya, Baesaku juga menyampaikan sejumlah poin strategis yang perlu diperhatikan peserta, antara lain:
- Fokus pada target pasar, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, serta pemanfaatan platform digital dan marketplace.
- Peningkatan kualitas dan inovasi produk, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
- Pemberdayaan UMKM lokal, melalui penciptaan produk bernilai tambah.
- Pelestarian budaya, dengan tetap mempertahankan motif khas dari berbagai etnis di Alor seperti Alor Besar dan Pantar.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi lokasi pemasaran produk, di antaranya:
- Bandara Mali Alor sebagai etalase cenderamata bagi wisatawan,
- Gedung Dekranasda Kabupaten Alor sebagai pusat galeri,
- Destinasi wisata seperti Pantai Sebanjar dan Kampung Adat Takpala,
- Event tahunan seperti Festival Wismaraya Alor, serta
- Hotel dan resort melalui kerja sama penyediaan ruang display produk lokal.
Kadis Pariwisata juga mengajak pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk menjadi mitra strategis dalam memasarkan produk UMKM lokal. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta tengah mengkaji skema insentif bagi pelaku usaha yang aktif mendukung pemasaran produk lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Baesaku juga menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam program strategis “TRI PALAWA” dan “WISMARAYA”.
Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kepemimpinan Bupati Alor Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo dalam mendorong kemajuan pariwisata melalui semangat “Gerbang Timur dalam Spirit Alor Berkemas”.
Mengakhiri sambutannya, Baesaku berharap para narasumber dapat mentransfer ilmu yang aplikatif dan relevan dengan tren pasar, tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Sementara kepada peserta, ia berpesan agar memanfaatkan pelatihan ini dengan maksimal untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas, sehingga mampu membawa produk tenun ikat Alor menembus pasar nasional hingga internasional.
“Produk lokal harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Mari kita berkarya untuk masa depan Alor yang lebih maju,” pungkasnya. ***(joka)
