Aksi Mogok Nakes PPPK Paruh Waktu di Alor Disoroti, Upah Rp300 Ribu Sedangkan Biaya Berobat Bupati Rp900 Juta

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar aksi mogok kerja pada Senin (13/4/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait rendahnya upah yang mereka terima, yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja dan masa pengabdian.

Para nakes menyampaikan tuntutan agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan mereka. Saat ini, mereka mengaku hanya menerima upah sebesar Rp300.000 per bulan, angka yang dinilai jauh dari layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satu tenaga kesehatan yang ikut dalam aksi tersebut mengungkapkan bahwa sebagian dari mereka telah mengabdi selama puluhan tahun di sektor pelayanan kesehatan.

“Ada yang sudah bekerja 25 sampai 26 tahun, tetapi hingga saat ini belum mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah,” ujarnya.

Pos terkait