KALABAHI, WARTAALOR.COM – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON Jakarta) menyatakan kesiapan untuk menerima Bupati Alor, Iskandar Lakamau, guna menjalani terapi lanjutan kapan saja. Namun hingga kini, jadwal keberangkatan orang nomor satu di Kabupaten Alor itu masih belum dipastikan.
Rencana terapi lanjutan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung usai libur Idul Fitri dan Paskah 2025, berdasarkan rekomendasi dokter ahli saraf. Meski demikian, hingga pertengahan April 2026, Bupati Alor belum kembali menjalani perawatan di RSPON Jakarta.
Sumber media Victory News menyebutkan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi penundaan tersebut. Selain pertimbangan medis, dinamika internal keluarga menjadi salah satu alasan utama. Sebagian anggota keluarga disebut mendukung keberangkatan ke Jakarta, namun sebagian lainnya menyatakan keberatan.
Pertimbangan tersebut berkaitan dengan lamanya durasi terapi yang diperkirakan berlangsung antara enam hingga 12 bulan. Kondisi itu dikhawatirkan dapat berdampak pada dinamika pemerintahan dan peta politik di Kabupaten Alor, terutama terkait pelaksanaan tugas kepala daerah selama masa pemulihan.
“Jika terlalu lama berada di Jakarta, dikhawatirkan akan memengaruhi kendali pemerintahan, termasuk kemungkinan peran wakil bupati menjadi lebih dominan,” ujar sumber tersebut.
Selain faktor keluarga, belum terisinya jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif serta belum dilaksanakannya pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten Alor juga disebut menjadi pertimbangan tersendiri.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pemulihan Kesehatan Bupati Alor, dr. Anjas Alopada, menyatakan pihaknya telah siap sepenuhnya untuk memfasilitasi keberangkatan ke Jakarta.
“Kami dari tim sudah siap. Kapan saja berangkat bisa, tetapi keputusan sepenuhnya ada pada Bapak Bupati,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, rencana terapi lanjutan di RSPON Jakarta merupakan tindak lanjut dari rekomendasi dokter ahli saraf, yang juga telah disampaikan dalam rapat bersama DPRD Kabupaten Alor.
Menurutnya, secara medis, waktu pemulihan total diperkirakan membutuhkan waktu enam hingga 12 bulan. Namun, melihat perkembangan kondisi terkini yang mulai membaik, durasi tersebut berpotensi lebih singkat.
“Secara umum kondisi fisik beliau stabil dan normal. Hanya tekanan darah yang masih fluktuatif, sehingga tetap perlu pemantauan intensif,” jelasnya.
Sebelum keberangkatan ke Jakarta, tim medis juga merencanakan evaluasi lanjutan di RSU Siloam Kupang, sebagai fasilitas kesehatan tempat Bupati pertama kali menjalani perawatan.
“Kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu di Siloam Kupang sebelum melanjutkan ke RSPON Jakarta,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Anjas mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pihak RSPON Jakarta telah dilakukan, dan rumah sakit tersebut siap menerima pasien kapan saja. Namun demikian, jadwal pelayanan rawat jalan sempat menyesuaikan dengan masa libur nasional Idul Fitri dan Paskah.
Pemerintah Kabupaten Alor melalui tim medis berharap agar Bupati Iskandar Lakamau dapat segera melanjutkan terapi lanjutan demi percepatan pemulihan, sehingga dapat kembali menjalankan tugas pemerintahan secara optimal.
Sebelumnya, beberapa Anggota DPRD Alor menyarankan agar Bupati Alor Iskandar Lakamau fokus pada pemulihan kesehatan. Seperti disampaikan Anggota DPRD Fraksi Partai NasDem, Deni Padabang dan Joni Tulimau, yang menyebut sesuai rekomendasi dokter ahli, Bupati Alor segera melakukan terapi lanjutan agar cepat pulih dan kembali memimpin pemerintahan.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Alor, Sulaiman Singhs, yang menyarankan agar Bupati Iskandar Lakamau melakukan terapi lanjutan di RS PON Jakarta sesuai rekomendasi dokter ahli yang disampaikan Ketua Tim Percepatan Pemulihan ketika rapat dengar pendapat bulan Maret 2026 lalu.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut juga disepakati adanya pendelegasian kewenangan dari Bupati ke Wakil agar ketika Bupati sedang menjalani terapi, roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik. (*)
