Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) terbukti memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi desa di seluruh Indonesia. Selain berfungsi sebagai upaya meningkatkan status gizi anak sekolah dan kelompok rentan, program ini menciptakan ekosistem ekonomi baru yang menggerakkan berbagai sektor, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi pangan.
Aktivitas ekonomi yang muncul dari operasional harian MBG telah memperkuat rantai pasok lokal dan mendorong peningkatan konsumsi di berbagai daerah. Dampak ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk membangun ekonomi berbasis kemandirian masyarakat dan memperluas peluang kerja di tingkat desa.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa program MBG kini didukung oleh sekitar 16.503 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi setiap hari.
“Ini otomatis sudah ada 700 ribu lebih relawan yang terlibat langsung di SPPG. Jadi, kemungkinan besar ini sudah 1,5 juta orang terlibat dalam MBG sampai hari ini,” ujar Dadan.
Ia menambahkan besarnya serapan tenaga kerja tersebut tidak terlepas dari keterlibatan pemasok bahan baku di tingkat lokal. Setiap SPPG membutuhkan sedikitnya 15 pemasok, yang masing-masing mempekerjakan 2 hingga 15 orang.