Tawuran Anak Muda di Kalabahi Dinilai Cerminan Wajah Perpolitikan dan Pemerintah Gagal Menjadi Teladan yang Baik

Ilustrasi tawuran antar anak muda

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Kasus tawuran antar anak muda di Kota Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini menjadi perhatian publik. Dalam satu tahun terakhir masa pemerintahan Bupati Alor Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo, kasus tawuran dinilai mengalami peningkatan dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi sosial di daerah tersebut.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Fraksi PDI Perjuangan, Walter Datemoli, menilai bahwa maraknya tawuran tidak dapat dipandang hanya sebagai tindakan kriminal semata, melainkan sebagai cerminan dari kondisi sosial dan perpolitikan daerah saat ini. Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan di akun Facebook pribadinya yang kemudian menjadi perhatian publik.

Dalam perspektif sosiologi, Walter Datemoli menyebut bahwa tawuran merupakan bagian dari masalah sosial kemasyarakatan yang berakar dari berbagai persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, rendahnya pendidikan, hingga kegagalan pemerintah dalam mengadministrasikan keadilan sosial.

Menurutnya, tawuran sering kali dipicu oleh persoalan kecil seperti dendam antar individu, ketersinggungan, atau konflik antar kelompok yang kemudian berkembang menjadi solidaritas kelompok berbasis identitas tertentu, baik kampung, suku, agama, sekolah, maupun kelompok geng.

“Tawuran itu sebenarnya masalah sosial kemasyarakatan yang di dalamnya ada kriminal, kemiskinan, pengangguran, kebodohan dan berbagai kegagalan pemerintah dalam mengadministrasikan keadilan sosial serta mengendalikan solidaritas sosial,” tulis Walter Datemoli dalam unggahannya, tanggal 16 Maret 2026.

Pos terkait