KALABAHI, WARTAALOR.COM – Beredar di sejumlah grup WhatsApp di Kabupaten Alor sebuah screenshot percakapan dari aplikasi TikTok yang diduga menyeret nama Bupati Alor, Iskandar Lakamau. Percakapan tersebut memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Screenshot percakapan yang berjudul “Bupati Alor atau Bupati Kelak?” menampilkan foto Bupati Alor bersama seorang perempuan berinisial AB dan berisi dialog percakapan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Informasi yang dihimpun, screenshot percakapan dari akun TikTok @nttbakusikat tersebut pertama kali dibagikan ke grup WhatsApp INFO KAB ALOR oleh anggota grup bernama legalpara827 dengan nomor WhatsApp +62 813-8350-xxxx pada Sabtu (21/3/2026).
Dalam tangkapan layar yang beredar, terdapat percakapan yang diduga melibatkan Bupati Alor dengan seorang perempuan berinisial AB. Percakapan tersebut berisi dialog pribadi yang hingga saat ini belum terverifikasi kebenaran dan keasliannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati Alor maupun Pemerintah Kabupaten Alor terkait beredarnya screenshot percakapan tersebut.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, jagat media sosial juga dihebohkan dengan unggahan akun TikTok @nttbakusikat yang menampilkan foto Bupati Alor bersama dua perempuan berinisial YS dan AB serta menyebut satu nama lain berinisial EL.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, serta menuai beragam reaksi dari warganet baik dari dalam maupun luar Kabupaten Alor.
Kondisi Kesehatan Bupati Alor
Diketahui, Bupati Alor Iskandar Lakamau saat ini masih dalam masa pemulihan kesehatan setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif.
Ia sempat dirawat di Kota Kupang pada Juli 2025, kemudian menjalani perawatan lanjutan di Jakarta selama kurang lebih lima bulan sebelum kembali ke Kabupaten Alor pada November 2025 untuk melanjutkan pemulihan.
Keributan di Rumah YS
Sementara itu, salah satu perempuan berinisial YS yang disebut dalam unggahan tersebut diketahui pernah mengalami keributan di rumahnya.
Keributan diduga terjadi setelah Bupati Alor datang berkunjung ke rumah YS beberapa waktu lalu dan mendapat protes dari putranya, Gerry Lakakamu, yang kemudian mendatangi rumah tersebut hingga terjadi keributan dan menarik perhatian warga sekitar.
YS sempat berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polres Alor, namun laporan tidak dilanjutkan setelah kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana laporan tersebut.
“Iya, ibu YS sempat datang ke Polres untuk melaporkan keributan di rumahnya, namun laporan tidak jadi dibuat karena kedua pihak sepakat berdamai,” ujarnya.
PKN Minta Pemda Ambil Langkah Hukum
Beredarnya unggahan di media sosial yang menyeret nama Bupati Alor juga mendapat perhatian dari kalangan partai politik.
Ketua Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Alor, Gusti Harmo, meminta Pemerintah Kabupaten Alor melalui Bagian Hukum Setda bersama keluarga besar Lakamau segera mengambil langkah hukum untuk mengklarifikasi informasi yang beredar.
Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga nama baik pemerintah daerah maupun pribadi Bupati sebagai pejabat publik.
“Jika tidak ada klarifikasi, publik bisa saja menganggap informasi yang beredar itu benar. Karena itu Pemkab Alor harus segera mengambil sikap,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan percakapan yang beredar dan menindak tegas pihak yang menyebarkan jika terbukti sebagai fitnah atau rekayasa.
“Jika percakapan itu direkayasa, maka pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Gusti menambahkan, maraknya akun anonim yang menyerang privasi pejabat publik dapat memberikan citra negatif bagi Kabupaten Alor, sehingga perlu penanganan serius dari pihak terkait.
Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Bupati Alor maupun Pemerintah Kabupaten Alor terkait kebenaran screenshot percakapan yang beredar.
Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan penjelasan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan yang berkepanjangan. ***(Tim/Warta Alor)
