Satu Tahun Pemerintahan Is The Rock Disorot, Pembangunan Alor Dinilai Belum Nampak

Paket Is The Rock

KALABAHI, WARTAALOR.COM — Tepat satu tahun duet kepemimpinan Iskandar Lakamau dan Rocky Winaryo, yang dikenal dengan sebutan Is The Rock memimpin Kabupaten Alor, kinerja pemerintahan periode 2025–2030 mulai mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Kritik terutama diarahkan pada sektor pembangunan yang dinilai belum menunjukkan hasil nyata selama satu tahun masa kepemimpinan.

Direktur LSM Lintas Khatulistiwa, Pontius Wali Mau, menyatakan bahwa masyarakat belum merasakan dampak pembangunan yang jelas, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan publik.

“Selama satu tahun pemerintahan berjalan hingga 20 Februari 2026, kami tidak melihat pembangunan yang nyata. Dari aspek infrastruktur seperti jalan, juga belum terlihat. Entahlah kalau ada pembangunan di dasar laut yang kami tidak tahu,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Jumat (20/2/2026).

Bacaan Lainnya

Pontius menilai bahwa pembangunan fisik, khususnya infrastruktur jalan dan fasilitas umum, belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia juga menyebut pelayanan kepentingan masyarakat belum berjalan optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan periode kepemimpinan sebelumnya yang dinilai lebih terasa dampaknya oleh masyarakat.

Pontius juga menyinggung kondisi kesehatan Bupati Alor yang masih dalam proses pemulihan. Ia menyarankan agar kewenangan pemerintahan didelegasikan sementara kepada Wakil Bupati agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

“Kami berharap Bupati dalam kondisi sehat agar bisa memperhatikan permasalahan masyarakat. Jika kondisi kesehatan belum memungkinkan, sebaiknya mandat diberikan kepada Wakil Bupati agar pelayanan publik tetap berjalan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang aktif sangat dibutuhkan, terutama dalam upaya melobi pemerintah pusat guna meningkatkan sumber pendapatan daerah dan mendukung pembiayaan program strategis.

Pontius juga menyoroti kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang dinilai berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan strategi peningkatan pendapatan daerah serta kemampuan lobi ke kementerian untuk memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Lebih lanjut, ia mendorong DPRD Kabupaten Alor untuk memanggil kepala daerah dan membahas capaian kinerja satu tahun pemerintahan dalam forum resmi.

“DPRD perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja yang belum optimal. Ini penting agar di tahun kedua pemerintahan, kinerja bisa lebih terlihat dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Pontius menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan menjatuhkan pemerintah daerah, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan Kabupaten Alor.

Ia berharap Bupati dapat fokus pada pemulihan kesehatan jika diperlukan, sementara Wakil Bupati diberi ruang untuk menjalankan tugas pemerintahan secara maksimal demi kepentingan masyarakat.

“Saya tidak mengatakan Bupati harus berhenti. Saya hanya menyarankan agar beliau beristirahat untuk pemulihan, dan mandat diberikan kepada Wakil Bupati sampai dinyatakan sembuh. Jika tidak, masyarakat yang akan menjadi korban,” pungkasnya.

Dengan memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Is The Rock, masyarakat berharap adanya percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah. ***(joka)

Pos terkait