Sejalan dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya reformasi tata kelola energi agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Pemerintah tidak hanya menjaga keterjangkauan energi, tetapi juga memastikan investasi di sektor energi terus meningkat. Kita ingin sistem energi nasional lebih kuat, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Kebijakan ketahanan energi nasional pada tahun 2026 diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas jangka pendek dan transformasi energi jangka panjang. Melalui kombinasi kebijakan fiskal yang hati-hati, peningkatan produksi energi domestik, reformasi tata kelola, serta percepatan transisi energi bersih, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.