Oknum Anggota DPRD Alor Tabrak Warga di Dulolong Saat Bonceng Wanita yang Diduga Selingkuhannya

Dulolong, wartaalor.com – Oknum Anggota DPRD Kabupaten Alor berinisial TS mengalami kecelakaan lalulintas di Desa Dulolong Kecamatan Alor Barat Laut, Senin, (18/8/25) malam. TS menabrak seorang bapak bernama Hasan Djaku saat TS berboncengan dengan seorang wanita yang diduga selingkuhannya.

Korban mengalami luka dibagian kaki dan tangan, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara TS yang juga mengalami luka tabrakan yang cukup serius sempat mendatangi RSD Kalabahi guna mendapat pertolongan medis, namun yang bersangkutan menolak untuk dilakukan rawat inap.

Informasi yang dihimpun media dari berbagai sumber di TKP di Desa Dulolong, Selasa (19/08/2025) menyebutkan, kecelakaan terjadi usai Hasan Djaku pulang dari dari Sholat di Masjid. Tiba-tiba ia ditabrak TS yang menggunakan motor mio dari arah belakang, berboncengan dengan salah seorang wanita yang belakangan disebut-sebut merupakan pasangan gelap TS alias wanita idaman lain (WIL).

Bacaan Lainnya

Menurut beberapa sumber, setelah terjadi kecelakaan, TS yang merupakan ketua fraksi partai ‘penguasa’ ini sempat mengelabui warga yang berdatangan mengerumuninya dengan mengatakan jika bukan ia yang menabrak korban. TS mengaku ia yang ditabrak oleh pengendara lain lalu lari meninggalkan TKP.

Meski korban masih digotong warga untuk memberikan pertolongan, termasuk wanita yang diduga pasangan selingkuhannya, tetapi TS justru memilih kabur dengan sepeda motornya menuju RSD Kalabahi untuk melakukan perawatan.

Korban, Hasan Djaku ikut dilarikan ke RSD untuk dilakukan pertolongan. Sedangkan wanita yang dibonceng TS, dibawa ke salah satu rumah milik warga di Dulolong lalu diberikan perawatan seadanya. Wanita itu kemudian menghubungi salah satu anggota keluarganya untuk menjemputnya di Dulolong, yang merupakan tempat kejadian perkara.

Korban tabrakan, Hasan Djaku/warga Desa Dulolong Kecamatan Alor Barat Laut | Dok: Joka

Yang menarik, dalam insiden itu, warga menemukan sebuah kantong yang berisi pakaian dalam wanita (bra dan celana dalam) yang basah kuyup.

Korban, Hasan Djaku dalam perawatan di IGD RSD Kalabahi dirawat bersebelahan dengan TS, tetapi sama sekali tidak dihiraukan TS.  TS menurut beberapa sumber minta supaya dipulangkan ke kediaman secepatnya, padahal terjadi perdarahan di hidung. Tak hanya itu, TS juga menyarankan kepada para medis untuk tidak menghubungi anggota keluarganya di rumah.

Atas permintaannya, TS akhirnya dipulangkan setelah melakukan perawatan di IGD RS Daerah Kalabahi, tanpa menghiraukan korban yang terbaring lemas di sebelahnya.

Korban tabrakan TS, Hasan Djaku ketika dikonfirmasi mengatakan, kejadiannya tadi malam.

“Saya dari mesjid jalan menuju rumah kan saya ambil kiri, terus ini anggota dewan ini  tabrak saya, mungkin dia dari Kokar ko dari mana, tabrak saya dari belakang. Tadi malam juga dia diantar ke UGD, orang di sana (perawat) bilang nginap  tapi dia tidak mau, dia mau pulang. Terus dia tidak pernah tegur saya juga. Saya keluar rumah sakit tadi sore, dia tidak pernah tegur saya juga,” kisah korban.

“Keluarga bilang proses jadi kita proses, karena dia tidak datang, hanya kita manusia ya pak … datang minta maaf kan kita kasih maaf, manusia harus begitu … kita punya kekeliruan, koq tidak datang ini. Keluarga bilang kita proses ya kita proses,” ujar korban ketika ditemui media ini di kediamannya.

Korban menceritakan pasca kejadian dia mengalami luka bengkak di testa bagian kiri, lutut keduanya, dan lecet di bagian belakang  karena tabraknya dari belakang hingga saya jatuh … saya setengah mati. Korban juga mengaku, pada saat kejadian TS bersama salah seorang wanita.

Salah seorang anggota keluarga (anak) korban, Abdul Rahman Djaku kepada wartawan mengatakan, kronologis kejadian itu terjadi selepas Sholat Isa, Senin (18/08/2025) sekitar Pukul 19.00 Wita. Usai Sholat Isa, korban kembali dari Mesjid Babburahim Dulolong menuju kediamannya,  korban jalan di bagian bahu jalan, bukan di aspal.

Tiba-tiba saudara TS yang berboncengan dengan salah seorang wanita yang tadi malam sempat dikonfirmasi bukan merupakan istrinya. TS menabrak dari belakang dari arah barat ke timur, tabrak itu terjadi di Dulolong, tepatnya depan Uma Dopu.

Yang disayangkan, demikian Abdulrahman,  TS artinya kita sebagai manusia kita juga mengendarai atau pengguna jalan yang tentunya hal-hal sial seperti itu bisa saja terjadi kepada siapapun, termasuk saya. Akibat kecelakaan itu, korban jatuh tersungkur, lutut kiri-kanan lecet, siku kiri-kanan hancur semua dan ada benjolan besar di testa kiri.

“Kondisi orang tua ini dalam keadaan tertidur, dia (TS) selamatkan diri untuk keselamatannya langsung ke UGD,” ungkapnya.

Yang kedua terang Abdul Rahman, setelah orang tua ini kami antarkan sampai di UDG,  dalam waktu yang bersamaan setelah TS dilakukan perawatan oleh tim medis, kemudian TS pulang tanpa ada beban, padahal bersebelahan dengan korban di UGD saat melakukan perawatan.

“Ini ne bukan manusia ne,” kesalnya dalam dialeg Alor.

Dia melanjutkan, dari tadi malam pukul 20.15 wita di UGD sampai dengan sore ini pukul 16.15 Wita korban keluar dari rumah sakit, orang tua saya ini sama sekali tidak dibesuk, tidak dilihat sama sekali.

Menurut Abdul Rahman, TS sebagai anggota DPRD Alor perwakilan Dapil Alor 5 ini ‘manusia biadab’ ne, tidak bertanggung jawab. Abdulrahman mengaku ditemukan satu kantong yang berisi celana dalam, bra, KTP atas nama wanita dugaan selingkuhan anggota dewan, ATM dan Kerudung  di TKP dalam keadaan basah. *** (joka)

Pos terkait