Jakarta – Narasi pesimisme seperti “Indonesia Gelap” muncul ketika keinginan masyarakat tidak sejalan dengan kondisi riil, terutama saat menghadapi tekanan ekonomi atau penurunan pendapatan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KH. Marsudi Syuhud, MM, dalam diskusi di salah satu stasiun televisi nasional, Kamis, 24/04/2025.
Waketum MUI mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan prioritas pembangunan nasional secara strategis, sebagai bentuk respons terhadap dinamika global yang juga berdampak pada berbagai negara di dunia, bukan hanya Indonesia.
“Komunikasi politik yang dijalankan saat ini telah mampu meredam narasi pesimisme dan ketakutan, karena narasi tersebut justru dapat memperlambat semangat pembangunan jika terus digulirkan,” terangnya.
Menurutnya, pendekatan Presiden Prabowo sejalan dengan ajaran agama yang menekankan pentingnya membangun dengan semangat optimisme dan kebersamaan, bukan dengan rasa takut atau saling menyalahkan.
