Kalabahi, wartaalor.com – Ir. Egianto Cunong, warga Kelurahan Kalabahi Kota Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggugat Tribio Felix Oswan dan Matheos Ndolu ke Pengadilan Negeri (PN) Kalabahi.
Gugatan perkara perdata resmi terdaftar tanggal 22 Januari lalu dengan Nomor : 6/PNT.G/2025/PN.KLB, dan PN Kalabahi sudah menggelar sidang perdana dengan agenda mediasi pada Rabu, (12/2/25). Namun sidang mediasi tidak dihadiri para tergugat.
Kepada wartawan, Egi Cunong menyampaikan kasus tersebut berkaitan dengan dugaan perbuatan melawan hukum, dimana para terlapor Tribio Felix Oswan dan Matheos Ndolu menguasai tanah dan bangunan pertokoan serta segala isinya, peninggalan Alm Kenaz Wira Ongkowidjojo, yang terletak persis di Pertokoan Kalabahi Kelurahan Kalabahi Kota Kecamatan Teluk Mutiara. Bangunan tersebut dijadikan tempat usaha oleh para terlapor.
Untuk diketahui bahwa penggugat Egi Cunong sebelumnya telah melaporkan kasus dugaan perbuatan melawan hukum ini ke Polres Alor, namun hukuman yang dijatuhkan kepada para terlapor hanya dikenakan pasal tindak pidana ringan.
Adapun dasar dan tuntutan dari Penggugat mengajukan gugatan perdata dengan dasar perbuatan melawan hukum [Onrechtmatige daad] kepada para Tergugat diatas adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Penggugat adalah pemilik sah atas sebidang tanah dan bangunan beserta semua yang ada dalam bangunan tersebut dengan Tanda Bukti Hak berupa Sertipikat Hak Milik Nomor : 809/2003, Surat Ukur tanggal 5-6-2003, No. 03/Kel Kota/2003 Luas 800 m2 semula terdaftar atas nama Pemegang Hak KENAZ WIRA ONGKOWIDJOJO [Almarhum], sekarang terdaftar atas nama Pemegang Hak Ir. EGIANTO CUNONG berdasar Pendaftaran Peralihan Hak Karena Wasiat, bidang tanah mana terletak di Jalan Cekalang No. 9, RT.002/RW. 001, Keluarahan/Desa Kalabahi Kota, Kecamatan teluk Mutiara, Kabupaten Alor, dengan batas-batas sebagai berikut
Sebelah Utara: Perkarangan GoLay Tie, Sebelah Selatan: Jalan Tenggiri, Sebelah Timur: Jalan Cekalang, Sebelah Barat: Pekarangan Sony Janong. Untuk selanjutnya mohon disebut sebagai Obyek Sengketa.
2. Bahwa Pendaftaran Peralihan Hak Atas Sertifikat Tanah Hak Milik No 809/2003
tanggal 18 Juli 2024 berdasarkan surat wasiat satu-satunya yang dibuat oleh Kenaz Wira Ongkowidjojo tanggal 3-10-2022 di Kalabahi dan didaftarkan pada Notaris Orience Bonbalan SH No 01/W/NP/V/2023 tanggal 16-05-2023 dan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang No 28/F/TF/2023/PTUN.KPG tanggal 15-01-2024 dan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Mataram No 7/B/TF/2024 PT.TUN.MTR tanggal 02-04-2024.
3. Bahwa sebelum almarhum KENAZ WIRA ONGKOWIDJOJO meninggal dunia, beliau telah membuat wasiat tanggal 03 Oktober 2022 yang dibuat di bawah tangan di Kalabahi, selanjutnya disebut “Surat Wasiat” Dimana pada bagian akhir dari Surat Wasiat tersebut almarhum Kenaz Wira Ongkowidjojo telah menunjuk Penggugat dengan menyatakan bahwa [bukti P-1]: “Agar melaksanakan wasiat diatas, maka saya dengan ini mengangkat IR. EGIANTO CUNONG keponakan kandung saya sebagai pelaksana wasiat ini kepadanya saya berikan semua property [Bumi dan Bangunan] untuk memegang dan mengelola serta mengurus, serta menguasai semua harta peninggalan saya dan seterusnya”.
4. Bahwa selain Surat Wasiat diatas, tidak ada lagi Surat Wasiat yang dibuat oleh almarhum Kenaz Wira Ongkowidjojo. Dengan demikian Surat Wasiat adalah Surat Wasiat satu-satunya dan tidak ada surat wasiat yang lainnya dari almarhum Kenaz Wira Ongkowidjojo, sehingga Surat Wasiat tersebut adalah sah dan dilaksanakan oleh Penggugat.; Kemudian surat Wasiat tersebut Penggugat telah Legalisasi/Warmeking di Notaris pengganti di Kupang ORIANCE BONBALAN, SH, No. 01/W/NP/V/2023 tanggal 16 Mei 2023.
5. Bahwa obyek wasiat adalah milik almarhum Kenaz Wira Ongkowidjojo dan oleh karenanya Kenaz Wira Ongkowidjojo berdasarkan hak kepemilikannya yang sah tersebut berwenang untuk mewasiatkan obyek wasiat tersebut kepada siapa yang dikehendakinya sebagaimana Surat Wasiat tanggal 03 Oktober 2022 tersebut di atas.
6. Bahwa Almarhum Bapak Kenaz Wira Ongkowidjojo semasa hidupnya tidak pernah menikah sehingga tidak meninggalkan anak-anak dan/atau Ahli Waris selain sebidang tanah yang diatasnya berdiri sebuah bangunan permanen beserta segala benda benda/barang barang yang terdapat dalam rumah tersebut, yakni: Lemari Toko, Lemari Kodok, Kayu Jati, Kayu Ipi, Sepeda, Mesin Jahit, Televisi parabola, dipan jati, dipan besi dan kasur serta barang barang lainnya berada dalam rumah tersebut.
7. Bahwa pada tahun 2022 tepatnya pada tanggal 21 November 2022 Tergugat I secara tanpa hak dan melawan hukum menguasai tanah milik Penggugat obyek sengketa, dimana Tergugat | telah melakukan penyerobotan, pengrusakan kunci dan gembok pintu dan menempati/mendiami serta memanfaatkan dengan menyewakan tanah dan bangunan/toko kepada Tergugat lI dan pihak lain obyek sengketa tersebut sampai dengan saat ini.
8. Bahwa untuk menjamin pelaksanaan isi putusan perkara ini dan gugatan tidak sia-sia, maka perlu adanya penyitaan/conservatoir beslag sesuai pasal 227 ayat (1) HIR/Pasal 261 ayat (1) Rbg terlebih dahulu terhadap seluruh harta kekayaan para Tergugat I, dan II baik berupa barang tetap maupun barang
bergerak sebagai berikut:
