Apresiasi Pemerintah Jaga Keamanan Papua Jelang Pilkada

   Tokoh agama, adat Papua memiliki peran yang sangat strategis dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan. Mereka dihormati dan memiliki pengaruh besar dalam komunitas, sehingga kehadiran mereka sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian dan kerukunan. Pemerintah mengapresiasi kontribusi tokoh agama dan adat dalam menjaga stabilitas di Papua serta dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan secara damai.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jayapura periode 2024-2029, Sakaruddin di Sentani mengatakan  dalam menghadapi Pilkada pada 27 November 2024, umat Muslim harus selalu menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan ukhuwah atau persaudaraan. Menurut Sakaruddin, selain menjaga keamanan dan ukhuwah, umat Muslim diharapkan untuk memberikan hak suaranya pada pencoblosan nanti dan tidak golongan putih (golput).

Sakaruddin menambahkan masyarakat Kabupaten Jayapura, khususnya umat Muslim untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu hoaks atau bohong yang dapat memecah persatuan dan kesatuan. Menurutnya, perbedaan itu hal yang lumrah, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat persatuan, kesatuan serta ukhuwah di antara umat Muslim atau umat lainnya menjadi terpecah.

   Dengan adanya sosialisasi yang terus-menerus dilakukan, pemerintah berharap masyarakat Papua memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kedamaian. Penguatan kesadaran ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif, di mana masyarakat diberi pemahaman tentang dampak positif dari Pilkada yang aman dan damai terhadap pembangunan di Papua. Kesadaran kolektif ini akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga keamanan selama Pilkada berlangsung.

)* Penulis adalah Redaktur Media Persatuan Pemuda Papua Barat

Pos terkait