Bersinergi Tangkal Hoaks Jelang Pilkada

Penting bagi warga untuk memastikan diri mereka sudah terdaftar sebagai pemilih. Mereka harus proaktif berkomunikasi dengan petugas coklit di lingkungan masing-masing untuk memastikan dapat memilih di TPS yang telah ditentukan. Pastikan data diri telah tercatat dengan benar dan persiapkan diri untuk menggunakan hak suara pada hari pemungutan suara nanti.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Polda Maluku Utara mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Damai 2024. Diskusi ini digelar di Batik Hot Ternate dengan tema pentingnya peran tokoh agama dalam menolak isu SARA dan informasi hoaks demi mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Maluku Utara.

Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud, mengingatkan bahwa hasil survei Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dikeluarkan Bawaslu menempatkan Maluku Utara pada posisi ketiga paling rawan, sementara IKP Polri menempatkannya di posisi kedua. Kondisi ini menunjukkan bahwa informasi hoaks dan kampanye hitam adalah ancaman serius yang harus dihadapi.

Peran tokoh agama sangat krusial dalam menciptakan suasana yang kondusif dan damai. Mereka diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu yang damai dan jujur.

Adnan juga menekankan bahwa penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, harus bersikap netral dan menjaga integritas suara masyarakat. Ketidaknetralan penyelenggara dapat merusak kepercayaan masyarakat dan memicu ketidakstabilan.

Penyebaran hoaks menjelang Pilkada Serentak 2024 perlu diantisipasi dengan tindakan yang tepat dan cepat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Ika Mardiah, menekankan pentingnya deteksi dini potensi hoaks oleh unit sapu bersih (saber) hoaks di 27 kabupaten/kota.

Deteksi ini harus dilakukan sejak jauh hari, bukan hanya saat Pilkada berlangsung. Langkah ini sangat penting untuk mencegah hoaks tersebar luas dan merusak suasana.

Bacaan Lainnya

Pos terkait