Excavator Bantuan PDI-P untuk Pencarian 12 Korban Hilang Tiba di Desa Lippang

  • Whatsapp
Excavator bantuan PDI-P ke Desa Lippang untuk membantu mencari korban hilang tiba di lokasi

KALABAHI, WARTAALOR.COM | Badai Siklon Seroja yang menghantam wilayah Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu mengakibatkan korban jiwa dan harta benda. Desa Lippang Kecamatan Alor Timur Laut (ATL) yang merupakan lokasi bencana terparah, hingga saat 12 korban hilang belum ditemukan.

Berbagai upaya telah dilakukan TNI-POLRI dan Basarnas untuk mencari 12 korban dari 17 korban hilang terbawa banjir bandang dan tertutup longsor belum membuahkan hasil. Dari 17 korban hilang 5 sudah ditemukan sementara 12 lainnya belum.

Bacaan Lainnya

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Alor kemudian mengirim bantuan alat berat excavator guna membantu membersihkan timbunan material longsor. Tujuannya agar 12 korban hilang yang kemungkinan tertimbun longsor dapat ditemukan.

“Kami sebagai kader Partai PDI-P sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bahwa jika menemui kesulitan yang dihadapi masyarakat di lapangan harus mampu mengatasinya,” ungkap Ketua DPC PDI-P Alor Enny Anggrek, SH kepada WARTAALOR.COM Rabu, 14/4/21.

Enny Anggrek selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dengan membawa bantuan sembako bagi warga korban bencana

Untuk menjawab kesulitan yang dihadapi masyarakat, kata Enny Anggrek, sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pihaknya mengirim alat berat excavator. “Excavator kami kirim pagi tadi dan sore ini sudah tiba di lokasi yaitu di Desa Lippang,” tandas Anggrek.

Enny Anggrek yang juga Ketua DPRD Alor ini menandaskan pengadaan excavator tersebut atas komunikasi pihaknya bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Andreas Hugo Pareira. Excavator ini akan membantu masyarakat setempat selain mencari korban hingga juga membersihkan ruas jalan menunju Desa Lipang yang hingga saat ini masih tertutup longsor.  

Bantuan excavator yang dikirim hari ini menurut Anggrek merupakan respon pihaknya bersama Andreas Hugo Pareira atas permintaan warga masyarakat Desa Lipang dalam kunjungannya di Lipang, Selasa (13/04).

“Saya kemarin ke Lipang dengan panser melalui Bondata sekitar pukul 11.00 wita. Sampai disana saya ketemu warga dan mereka kecewa karena sudah sudah 9 hari pasca bencana banjir bandang dan longsor tetapi tidak ada excavator yang dikirim ke sana. Padahal alat berat ini sangat dibutuhkan warga di Lipang,” ungkap Anggrek.

Anggrek mengaku terlalu sulit medannya untuk menjangkau Lipang, tetapi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat memaksanya untuk harus bertemu warga yang masih dihantui kesulitan akibat bencana.

Yang menarik demikian Anggrek, ia mendengar kabar jika ada warga Bukapiting Humal Anwar yang memiliki excavator dan sedang bekerja di salah satu desa dekat Desa Lipang. Karenanya balik dari Lipang sekitar pukul 22.00 atau jam 10.00  malam, ia menemui Humal Anwar dikediamannya di Bukapiting Kecamatan Alor Timur Laut untuk menyewah excavator miliknya membantu mencari 12 korban yang belum ditemukan di Lipang dan membersihkan jalan menuju Lipang yang masih tertimbun longsoran.

Dari Humal Anwar, Anggrek mengaku mendapatkan informasi bahwa beberapa waktu silam ada orang yang mendatanginya kemudian meminta bantuan alat berat miliknya untuk membantu warga di Desa Lipang. Tetapi yang datang menemuinya ini staf biasa yang menurut Humal Anwar tidak bisa bertanggung jawab terhadap alat berat miliknya jika harus membantu warga di Desa Lipang. 

“Saya ini tergerak hati mau bantu demi kemanusiaan, tetapi mestinya yang datang ini salah seorang pimpinan OPD sehingga saya bisa percaya dan kita bisa bicara seperti apa mobilisasi alat berat, seperti apa kerjanya dan pembayarannya seperti apa. Karena saya ini orang swasta yang hidupnya bergantung pada alat berat ini,” terang Anggrek meniru Humal Anwar.  

Enny Anggrek membawa bantuan sembako kepada warga korban bencana


Tetapi demikian Humal Anwar yang dikutip Anggrek, Ibu Ketua sudah datang jadi saya mengucapkan terimakasih. “Kita bekin kesepakatan bersama sehingga besok (hari ini-Red) saya sudah kirim alat berat saya ke Lipang. Dari awal kalau yang datang itu pimpinan OPD atau pejabat seperti Ibu Ketua barangkali kita sudah bisa bekin kesepakatan bawa saya punya alat berat ke sana untuk bersihkan jalan menuju Lipang dan bantu warga cari orang hilang di sana,”  kata Anggrek mengutip Humal Anwar seperti berita Radar Pantar.  

Bos PDIP Kabupaten Alor ini menegaskan, biaya operasional alat berat milik Humal Anwar pagi tadi sudah ia transfer ke rekeningnya.

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Alor, ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih banyak kepada Humal Anwar yang memiliki niat baik untuk bekerja sama dengan pihaknya membantu meringankan beban derita warga di Desa Lipang. Bagaimanapun terang Anggrek, duka mereka adalah duka kita semua.

Serahkan Bantuan Presiden

Dikatakan Anggrek, niat ke Lipang  adalah melihat dari dekat seperti apa keadaan warga pasca bencana sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako dari Presiden RI yang disalurkan melalui Kementrian Sosial Republik Indonesia.

“Kami juga menyerahkan paket sembako dari Pak Hugo Pareira dan alat kesehatan dari Yayasan Felix Maria Go (YFMG),” ujar Anggrek. *(Joka)

Pos terkait