Ponsel Gratis Jadi Jembatan Warga Rentan Masuk Digitalisasi Bansos

Oleh : Rivka Mayangsari*)
Pemerintah tengah menyiapkan perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembukaan rekening bank dan rencana penyediaan telepon seluler (HP) gratis untuk mendukung digitalisasi bantuan sosial (bansos). Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan perbankan, memperluas penggunaan transaksi digital, serta mendukung penyaluran bantuan secara langsung kepada penerima. Meski demikian, mekanisme pemberian HP gratis masih dalam pembahasan, sedangkan anggaran pembukaan rekening telah disiapkan pemerintah.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50.000 per orang untuk pembukaan rekening bagi masyarakat berusia di atas 17 tahun yang termasuk kelompok desil 1 hingga 4. Kelompok tersebut menjadi prioritas karena program diarahkan untuk memperluas akses perbankan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Dradjad berharap program pembukaan rekening dapat mulai berjalan pada 2026, meskipun jadwal dan mekanisme pelaksanaannya masih perlu diselesaikan.

Sementara itu, penyediaan HP gratis belum memiliki kepastian mengenai skema pelaksanaan, sumber anggaran, maupun pihak yang akan bertanggung jawab. Dradjad menegaskan bahwa pemerintah masih perlu membahas instrumen dan mekanisme yang tepat sebelum program tersebut dapat dilaksanakan. Dengan demikian, pembukaan rekening dan pengadaan perangkat harus dipahami sebagai dua hal yang memiliki tahapan kesiapan berbeda.

Rencana penyediaan HP gratis sebelumnya disampaikan Utusan Khusus Presiden RI untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial agar dapat dilakukan melalui rekening penerima. Dalam skema yang direncanakan, perangkat telepon seluler akan membantu masyarakat mengakses rekening digital sehingga bantuan dapat diterima tanpa harus bergantung pada penyerahan uang tunai secara langsung.

Pos terkait