Intervensi Inflasi Pangan, Negara Menjaga Belanja Rakyat

Oleh: Bara Winatha*)

Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika harga beras, cabai, dan komoditas pangan lainnya meningkat, rumah tangga berpendapatan rendah menjadi kelompok yang paling rentan merasakan dampaknya. Karena itu, pengendalian inflasi membutuhkan langkah nyata dari pemerintah, mulai dari koordinasi antarlembaga, pengawasan praktik perdagangan, hingga intervensi pasar. Upaya tersebut menegaskan bahwa stabilitas harga merupakan bagian penting dari perlindungan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pengendalian inflasi menyusul kenaikan inflasi tahunan Indonesia menjadi 3,28 persen pada September 2026, dibandingkan 3,19 persen pada Agustus. Inflasi bulanan juga meningkat dari 0,21 persen menjadi 0,30 persen pada periode yang sama. Perkembangan tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat langkah stabilisasi harga agar kenaikan tidak semakin membebani masyarakat.

Tito menekankan pentingnya menjaga inflasi agar tidak melampaui sasaran pemerintah sebesar 3,5 persen. Kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi mengurangi kemampuan belanja kelompok masyarakat berpendapatan paling rendah. Bagi rumah tangga yang sebagian besar pengeluarannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, perubahan harga pangan dapat langsung memengaruhi kualitas konsumsi dan kemampuan memenuhi kebutuhan lainnya.

Menurut Tito, komoditas makanan, minuman, dan tembakau menjadi komponen penting yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian inflasi bulanan. Sementara itu, sektor transportasi memberikan kontribusi besar terhadap inflasi tahunan, antara lain di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak yang dipengaruhi dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa inflasi dapat dipengaruhi berbagai faktor, tetapi harga pangan tetap memerlukan perhatian khusus karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Pos terkait