Jakarta – Pemerintah terus memperkuat koordinasi penanggulangan bencana dari tingkat pusat hingga daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengurangi risiko, serta memastikan penanganan darurat berjalan efektif. Upaya ini dilakukan melalui penyelarasan kebijakan, program, dan kapasitas antarlembaga guna membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Tahun 2026 untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan program penanggulangan bencana sesuai kapasitas masing-masing wilayah. Kegiatan ini memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi antara BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan guna meningkatkan indeks ketahanan dan mengurangi risiko bencana.
Pengintegrasian peta risiko bencana dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketangguhan wilayah. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media diperlukan untuk menyelaraskan sumber daya, meningkatkan literasi kesiapsiagaan, serta mempercepat respons ketika bencana terjadi. Pendekatan ini diharapkan mendorong pengurangan risiko bencana menjadi bagian dari perencanaan pembangunan dan kehidupan masyarakat.