Sementara itu, neraca perdagangan September 2026 membukukan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS dengan nilai ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS. Kondisi tersebut sekaligus mempertahankan tren surplus selama tiga bulan berturut-turut. Pemerintah juga memperluas peluang perdagangan melalui 25 kesepakatan internasional yang telah diterapkan dan 13 perjanjian lainnya yang masih dirundingkan.
Penguatan industri tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari sebelumnya 52,4. Untuk mempertahankan perkembangan tersebut, pemerintah memberikan dukungan melalui KUR, Kredit Industri Padat Karya, serta pelatihan vokasi.
“Pemerintah akan terus mendorong investasi, mempercepat hilirisasi, meningkatkan produktivitas industri, dan memperluas jangkauan pasar agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tambah Airlangga.