Pada sektor industri, manufaktur mengalami pertumbuhan 5,87 persen. Perkembangan ini didukung industri makanan dan minuman yang meningkat 7,09 persen, industri kimia dan farmasi sebesar 8,10 persen, serta industri logam dasar yang tumbuh 9,94 persen. Peningkatan permintaan dari dalam negeri maupun pasar internasional turut mendorong kinerja berbagai subsektor tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan ekonomi sekaligus mempertahankan pertumbuhan. Salah satu indikatornya terlihat dari inflasi Oktober 2026 yang mencapai 3,23 persen secara tahunan dan masih sesuai dengan sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen.
“Inflasi yang tetap terjaga, aktivitas manufaktur yang kembali meningkat, serta ekspor yang terus berkembang menjadi bukti bahwa perekonomian Indonesia mempunyai fondasi kuat untuk menghadapi ketidakpastian global,” tutur Airlangga.