JAKARTA – Pemerintah menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen di tengah ketidakpastian global. Strategi fiskal diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat, mendorong investasi, serta menjaga stabilitas harga dan kesinambungan pembangunan.
Direktur Strategi APBN Kementerian Keuangan Wahyu Utomo mengatakan, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional, meskipun berbagai risiko global perlu diantisipasi. Faktor yang menjadi perhatian antara lain arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, dinamika harga energi, serta perkembangan perdagangan internasional.
“Waspada harus, panik jangan. Tetap optimistis, tapi optimismenya harus realistis,” ujar Wahyu.