Jakarta – Direktur Strategi APBN, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, Wahyu Utomo, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta penguatan investasi.
“Waspada harus, panik jangan. Tetap optimistis, tapi optimismenya harus realistis,” tegas Wahyu.
Wahyu menjelaskan, pemerintah menyiapkan tiga pendekatan utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni pragmatis, transformatif, dan diplomatis.
Ketiganya dirancang untuk memperkuat sumber pertumbuhan domestik, memperbesar peran investasi produktif, serta memperluas akses pasar internasional.
Melalui pendekatan pragmatis, pemerintah akan mengoptimalkan konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai penggerak perekonomian. Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung sektor produktif, terutama manufaktur, perdagangan, dan pertanian.