“Kalau dari sisi perekonomian, stabilitas makro kita luar biasa. Pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III mencapai 5,29 persen,” ungkap Perdana.
Ia menilai investasi yang disebut mencapai Rp1.575 triliun, penguatan hilirisasi, serta perputaran ekonomi melalui MBG menjadi faktor yang mendukung aktivitas ekonomi nasional.
“Ke depannya, kestabilan politik harus kita jaga, kepastian hukum harus kita jaga, dan ekonomi kerakyatan harus diperkuat,” ujarnya.
Memasuki tahun ketiga, capaian pembangunan tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan reformasi, memperkuat kepastian hukum, dan memperluas manfaat program prioritas. Dengan stabilitas nasional yang terpelihara, pembangunan diharapkan semakin produktif, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.