JAKARTA – Di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, capaian investasi Indonesia yang disebut mencapai Rp1.575 triliun menjadi modal penting dalam menjaga momentum perekonomian nasional. Investasi tersebut dinilai membuka peluang bagi percepatan industrialisasi, hilirisasi, dan penguatan daya saing industri dalam negeri.
Optimisme itu disampaikan Pengamat Ekonomi GREAT Institute sekaligus Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Perdana Wahyu Santosa, dalam dialog di salah satu stasiun televisi swasta yang membahas dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Rabu (21/10/2026).
Perdana menilai perkembangan investasi menunjukkan prospek positif perekonomian Indonesia meskipun situasi global masih penuh tantangan.
“Di mana investasi kita, kemarin juga diumumkan oleh Pak Rosan, ya. Capaiannya hingga Rp1.575 triliun itu merupakan sekitar 75% dari target 2026. Atau 7% di atas tahun lalu,” ujar Perdana.