Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka lapangan kerja baru, khususnya di wilayah pedesaan. Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut turut mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, pelaku usaha kecil, serta pemasok kebutuhan pangan.
Pengamat Ekonomi GREAT Institute sekaligus Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menilai MBG memberikan dampak ekonomi yang luas karena anggaran program tersebut mengalir langsung ke aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Program Makan Bergizi Gratis sekarang serapannya sudah sekitar Rp150 triliun. Berarti ada uang sekitar Rp150 triliun yang berputar dalam ekonomi kerakyatan, di akar rumput, dan itu sudah sedikit banyak menggerakkan perekonomian pedesaan,” ujar Perdana dalam dialog di stasiun TV swasta bertajuk Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Jaga Stabilitas dan Perkuat Kemandirian Nasional.