Pada kesempatan yang sama, pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan program – program pemerintahan Prabowo – Gibran saat ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.
“Saya melihat yang paling penting adalah bagaimana grand design pemerintahan Pak Prabowo–Gibran ini dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Saya melihat apa yang dilakukan Pak Presiden adalah bagian dari skema untuk mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki pendidikan Indonesia”, imbuh Ujang.
Ia menilai apa yang dilakukan Presiden, capaian-capaian itu, merupakan bagian dari skema untuk menyejahterakan rakyat Indonesia dari ujung ke ujung, dari hulu ke hilir. Ini adalah bagian dari fondasi dasar untuk memastikan bangsa ini berada di arah yang tepat dan baik.
“Musuh kita ini apa? Kemiskinan dan kebodohan. Pak Prabowo turun tangan di sini, intervensi negara ada di sini, terbukti anak-anak yang kurang mampu diasramakan, disekolahkan, dan gratis,” ujarnya.
Lanjutnya, ada Sekolah Garuda, bagaimana anak-anak yang pintar dan cerdas bisa kuliah di kampus-kampus terbaik. Lalu ada MBG, ekonomi masyarakat kelas bawah sudah mulai terlihat terangkat, dan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi bagian dari skema memperbaiki ekonomi rakyat
“Program Makan Bergizi Gratis ini sebenarnya menjadi wajah dari Bapak Presiden, menjadi wajah dari pemerintah. Program ini sudah direalisasikan sesuai dengan janji Bapak Presiden, tetapi kalau ada kekurangan, tentu harus diperbaiki”, tuturnya.
“MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu,” tutup Ujang.