Perdana turut menyoroti perkembangan investasi yang dinilai memberikan kontribusi penting terhadap penguatan fondasi industri nasional.
“Realisasi investasi (Jan-Sep 2026) sangat positif, mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4% dari target tahunan, memperkuat fondasi industrialisasi nasional,” jelasnya.
Dari sisi kesejahteraan, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Sementara itu, persentase penduduk miskin menurun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Kedua indikator tersebut menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin melihat dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai fase konsolidasi kepemimpinan dan realisasi agenda pembangunan nasional.
