Dua Tahun Prabowo-Gibran: Memperkuat Fondasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Aditya juga memaparkan investasi hingga September 2026 mencapai sekitar Rp1.500 triliun dengan penyerapan lebih dari dua juta tenaga kerja. Secara kumulatif sejak akhir 2024, realisasi investasi disebut mencapai Rp3.500 triliun. Pemerintah memandang hilirisasi sebagai instrumen memperbesar nilai tambah domestik sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Dari perspektif ekonomi pembangunan, investasi produktif merupakan prasyarat peningkatan kapasitas produksi jangka panjang. Namun, manfaatnya bergantung pada keterkaitan antarsektor, penyerapan tenaga kerja lokal, serta kemampuan industri nasional berpartisipasi dalam rantai pasok. Karena itu, hilirisasi perlu berjalan bersama peningkatan keterampilan, efisiensi logistik, dan penguatan UMKM.

Pada dimensi fiskal, Aditya menyoroti pentingnya efisiensi belanja, optimalisasi penerimaan negara, dan pengendalian kebocoran sumber daya. Pemerintah juga mengkaji instrumen penguatan daya beli kelompok menengah, termasuk penyesuaian batas penghasilan tidak kena pajak dan perluasan pembiayaan perumahan.

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mencerminkan periode konsolidasi kebijakan yang menghubungkan stabilitas, industrialisasi, dan perlindungan sosial. Perkembangan indikator ekonomi memberikan landasan optimisme, sementara persoalan daya beli, pekerjaan berkualitas, dan pemerataan tetap membutuhkan penyempurnaan berkelanjutan.

Dalam tiga tahun berikutnya, tantangan utama adalah memperkuat transmisi pertumbuhan menuju kesejahteraan rumah tangga. Investasi perlu semakin terhubung dengan industri domestik, kebijakan fiskal diarahkan pada produktivitas, dan perlindungan sosial dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Kekuatan ekonomi nasional memang tidak cukup diukur melalui pertumbuhan statistik. Fondasi pembangunan berkelanjutan terletak pada kemampuan mengubah stabilitas makroekonomi menjadi produktivitas, investasi menjadi pekerjaan bermutu, dan pertumbuhan menjadi kesejahteraan yang semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia.

*) Pemerhati Ekonomi

Bacaan Lainnya

Pos terkait