Perdana juga mencermati realisasi investasi Januari–September 2026 sebesar Rp1.539,2 triliun sebagai penggerak industrialisasi. Namun, tekanan fiskal dan volatilitas pasar keuangan tetap membutuhkan kewaspadaan.
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai pemerintah menunjukkan perkembangan positif dalam merealisasikan agenda pembangunan, meskipun masih menghadapi tantangan pemerataan ekonomi.
“Saya melihatnya secara umum masyarakat cukup puas dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Tetapi memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh pemerintah,” ujar Ujang.
