BSU Buruh Menjadi Bukti Aspirasi Pekerja Didengar dengan Solusi Nyata Selama Dua Tahun Prabowo-Gibran

Oleh: Dwi Saputri)*

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perhatian terhadap kesejahteraan pekerja menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. Rencana penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada 2026 menunjukkan upaya pemerintah memberikan dukungan langsung kepada pekerja, terutama ketika kebutuhan rumah tangga masih menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan pendapatan.

BSU diproyeksikan menjangkau 13,3 juta pekerja dengan bantuan sebesar Rp900 ribu untuk setiap penerima. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa bantuan tersebut dialokasikan untuk periode Oktober hingga Desember 2026, dengan pembayaran sekaligus untuk tiga bulan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran program ini mencapai hampir Rp12 triliun. Skala program tersebut memperlihatkan besarnya perhatian yang diberikan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga daya beli pekerja.

Besaran bantuan memang tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan ketenagakerjaan. Namun, tambahan penghasilan melalui subsidi upah dapat membantu pekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari pangan, transportasi, hingga keperluan keluarga. Dalam kondisi ketika pengeluaran rumah tangga perlu dikelola secara cermat, bantuan langsung semacam ini dapat menjadi penyangga ekonomi bagi kelompok pekerja yang memenuhi kriteria penerima.

Rencana tersebut juga memperlihatkan bahwa kebijakan kesejahteraan perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Aspirasi pekerja mengenai kebutuhan hidup yang semakin beragam perlu direspons melalui program yang memiliki sasaran jelas, mekanisme penyaluran yang mudah dipahami, serta pelaksanaan yang tepat waktu. Kehadiran pemerintah tidak hanya tercermin melalui pernyataan komitmen, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan dukungan konkret.

Pos terkait