Virus Babi Jadi Alasan Kades Lembur Timur Tak Alokasikan Ternak Babi, Publik Soroti Potensi Masalah Pengadaan

Kantor Desa Lembur Timur

KALABAHI, WARTAALOR.COM — Pemerintah Desa Lembur Timur, Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan Dana Desa untuk program ketahanan pangan melalui pengadaan bibit ternak kambing.

Anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan sebanyak 40 ekor kambing tersebut mencapai Rp60 juta. Pengadaan itu terdiri dari 20 ekor kambing jantan dan 20 ekor kambing betina yang kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Kepala Desa Lembur Timur, Apeles Maiten, saat ditemui wartawan di Lembur Timur, Rabu (19/8/2026), menjelaskan bahwa pengadaan bibit kambing tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Menurut Apeles, sebanyak 40 ekor kambing telah disalurkan kepada 20 orang penerima manfaat. Masing-masing penerima mendapatkan dua ekor kambing dengan komposisi satu ekor jantan dan satu ekor betina.

“Sudah terbagi habis. Satu orang dapat dua ekor kambing, jantan dan betina supaya bisa berkembang,” ujar Apeles.

Ia menjelaskan, pola tersebut diharapkan dapat memungkinkan masyarakat penerima manfaat mengembangkan ternak secara berkelanjutan sehingga program tidak berhenti pada pemberian bantuan awal, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Selain menjelaskan program kambing, Apeles juga mengungkapkan alasan Pemerintah Desa Lembur Timur tidak mengalokasikan Dana Desa untuk pengadaan ternak babi.

Menurutnya, masyarakat masih memiliki trauma akibat penyakit atau virus yang sebelumnya menyerang ternak babi dan menyebabkan kematian dalam jumlah banyak.

Bacaan Lainnya

“Kami di sini ternak babi tidak pernah karena masyarakat masih trauma dengan virus babi,” ungkapnya.

Karena pertimbangan tersebut, Pemdes Lembur Timur memilih kambing sebagai jenis ternak yang diadakan melalui program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2026.

Apeles mengklaim pelaksanaan pengadaan dan penyaluran 40 ekor kambing tersebut berjalan dengan baik serta tidak mengalami kendala.

“Sudah terbagi habis,” katanya.

Ketika ditanya mengenai pihak yang menjadi penyedia atau supplier dalam pengadaan tersebut, Apeles menyebut seorang warga bernama Anis yang berdomisili di Mebung.

Pos terkait